‘Aidil ‘Azza Mu’izzuddin
UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fitnah Terhadap Harta dan Anak dalam Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 28: Analisis Tematik Konsep Ujian Kehidupan Nurul Mardhatillah; ‘Aidil ‘Azza Mu’izzuddin; Agustiar
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7780

Abstract

Masyarakat awam sering menyalahartikan kata "fitnah" sebatas tuduhan palsu. Padahal, Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 28 menegaskan bahwa harta kekayaan dan anak keturunan adalah bentuk fitnah, yang artinya ruang ujian hidup berupa kesenangan. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk mengupas makna, karakteristik, serta solusi praktis Al-Qur'an dalam menghadapi ujian harta dan anak menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujian harta memiliki karakteristik yang memanipulasi batin manusia melalui kenyamanan fisik. Kelimpahan materi rawan memicu penyakit hati seperti kesombongan, budaya pamer kemewahan (flexing), hingga hilangnya kesadaran akan akhirat karena manusia merasa uang bisa mengendalikan segalanya. Sementara itu, ujian anak bekerja di wilayah emosional dan kasih sayang terdalam. Rasa cinta yang buta dan cemas akan masa depan anak sering kali membuat orang tua goyah, hingga rela menghalalkan segala cara seperti korupsi atau menipu di tempat kerja, serta mengubah kepribadian orang tua menjadi kikir dan penakut demi mempertahankan jabatan. Sebagai solusi nyata, Al-Qur'an menawarkan konsep manajemen hati yang seimbang. Untuk urusan harta, manusia dididik menempatkan materi sebatas alat di tangan dengan rutin membersihkannya melalui zakat, infak, dan sedekah. Untuk urusan anak, orang tua harus mengubah sudut pandang dari "memiliki" menjadi "mengemban amanah" dengan fokus menanamkan fondasi iman dan akhlak. Melalui langkah praktis ini, posisi harta dan anak akan berbalik arah dari sumber malapetaka spiritual menjadi investasi amal jariah yang menyelamatkan manusia di akhirat.