Filsafat pendidikan Islam memiliki peran penting dalam memberikan landasan konseptual terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Permasalahan utama dalam kajian ini terletak pada perlunya pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam pendidikan Islam sebagai satu kesatuan sistem yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat pendidikan Islam serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari Al-Qur’an, hadis, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang memiliki potensi fitrah untuk dikembangkan secara seimbang antara aspek jasmani, akal, dan spiritual. Secara epistemologis, pendidikan Islam mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi dalam proses pembelajaran. Secara aksiologis, pendidikan Islam menegaskan bahwa ilmu harus berorientasi pada nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah yang bertujuan untuk kemaslahatan manusia serta pembentukan karakter peserta didik. Ketiga aspek tersebut saling terintegrasi dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, humanis, dan transendental. Kesimpulannya, integrasi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam pendidikan Islam menjadi dasar penting dalam membentuk sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan spiritualitas peserta didik.