Linur Ficca Agustina
IAIN Lhokseumawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESIDENT TREATMENT THROUGH ISLAMIC GUIDENCE WITH DAYAH-BASED Linur Ficca Agustina; Afni Damanik
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Ash-shudur 2021
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dayah-based Islamic guidance for handling residents at the Atjeh Peduli Foundation cares for the City of Lhokseumawe. with the aim of knowing Islamic guidance, effectiveness and obstacles faced at the Atjeh Care Foundation in Lhokseumawe City in implementing Islamic guidance based on dayah. This type of research is qualitative with a field study approach. Collecting data using interviews, observation and documentation. Descriptive qualitative data analysis technique. The results of the study are that: (1) Islamic guidance based on dayah is carried out in several parts: a) the time and schedule of guidance is carried out four times a week. The implementation time starts some after the Maghrib prayer and some after the Insha prayer it ranges from 2 hours to 3 hours, and b) activities or guidance materials include: Sufism material, tahlil, worship practices, our yellow recitation, c) the Islamic guidance method based on dayah is carried out with dengan al-hikmah, al-mau’idzah, al-mujadalah bi al latihiyah ahsan. (2) It has not been fully felt effective, because there are still residents whose new guidance has not been able to provide changes in their behavior. (3) The obstacles faced are: a) the patient is closed to his condition, b) unstable and changeable behavior and attitudes, c) feeling healed or recovered, d) patients who think they do not need rehabilitation, e) families are less able to cooperate.
Gambaran Psikososial Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Putri Eka Yanti; Linur Ficca Agustina
Ash-Shudur : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data menunjukkan 133 juta sampai 275 juta anak di seluruh dunia menyaksikan kekerasan dalam rumah rangga. Dampaknya, anak-anak akan mengalami gangguan pasca trauma dan gangguan kecemasan lainnya seperti masalah perilaku, gangguan kognitif, sosial dan depresi. Aceh Utara merupakan kabupaten penyumbang paling tinggi kasus KDRT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikososial anak dampak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Gampong Nga Lhoksukon Tengah Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini merupakan field research (penelitian lapangan) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi pada anak yang mempunyai orang tuanya melakukan KDRT. Hasil penelitian menemukan gambaran psikososial anak korban KDRT adalah perasaan takut dan sedih saat melihat orang tuanya bertengkar, perasaan malu dan takut diketahui oleh orang-orang di lingkungannya, anak sering diejek dan di bully oleh temannya, anak cenderung suka menyendiri dan sering menghabiskan waktu bermain di luar rumah, perasaan tidak percaya diri pada anak, anak merasa malas untuk belajar baik di rumah maupun di sekolah, lebih suka melakukan kegiatan sendiri seperti pulang sekolah lebih pulang sendiri, anak tidak bisa menemukan kesenangan dalam dirinya saat berada di rumah, dan anak merasa merasa putus harapan. Pentingnya meningkatkan pemahaman peran orang tua dalam mendukung perkembangan psikososial anak pada setiap tahapan perkembangan anak.