Arini Hidayati
Universitas Al-Falah As-Sunniyyah Kencong Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GURU, NOVELTY, DAN INOVASI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ahmad Ali Wafi; Nanang Budianto; Arini Hidayati; Mohammad Futuh Muafi
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2339

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran guru sebagai agen novelty dan inovasi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi dan globalisasi yang membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, sehingga kurikulum PAI dituntut untuk terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam pengembangan kurikulum PAI, menganalisis konsep novelty dalam kurikulum PAI, mengkaji inovasi guru dalam pengembangan kurikulum PAI, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat inovasi kurikulum PAI. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam pengembangan kurikulum PAI sebagai implementor, developer, adapter, dan researcher. Novelty atau kebaruan menjadi unsur penting dalam pengembangan kurikulum untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dan menarik, yang mencakup kebaruan dalam konten, metode, media, dan evaluasi. Inovasi guru dalam PAI terlihat melalui integrasi teknologi digital, penerapan metode pembelajaran aktif (student-centered), serta pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Keberhasilan inovasi dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kompetensi guru, dukungan kelembagaan, sarana prasarana, dan kolaborasi, serta faktor penghambat seperti keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan fasilitas, kurikulum yang kaku, dan beban administrasi yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi digital dan pedagogik guru, dukungan kebijakan dari lembaga pendidikan dan pemerintah, serta penelitian lebih lanjut mengenai novelty dalam kurikulum PAI secara mendalam. Dengan demikian, inovasi kurikulum PAI yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman dapat terwujud tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utamanya.