Nanang Budianto
Universitas Al-Falah As-Sunniyah kecong jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MELACAK JIWA YANG HILANG: Otentisitas PAI dari Era Kurikulum Berbasis Kompetensi Menuju Integrasi Deep Learning Berbasis Kasih Sayang Muhammad Mahfud; Nanang Budianto; Abd. Hadi; Solihin
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2349

Abstract

Sejak era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) hingga Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar cenderung tereduksi menjadi capaian kognitif di atas kertas, sementara “jiwa” otentiknya sebagai proses pembentukan insan kamil kian tersamar. Kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang diperkenalkan Kemendikdasmen melalui Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful berpotensi menjadi momentum revitalisasi, namun berisiko direduksi sekadar metode tanpa ruh relasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran otentisitas PAI sejak era KBK, mengonseptualisasikan model deep learning berbasis kasih sayang (rahmah), dan merumuskan strategi mengembalikan “jiwa” PAI sebagai pembentuk insan kamil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SD Islam Nurul Barokah, Gelang, Sumberbaru, dengan data simulasi realistis yang merepresentasikan pola temuan lapangan lazim, melibatkan 20 informan (kepala sekolah, guru PAI, orang tua, dan siswa) melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan FGD, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema penyebab hilangnya jiwa PAI, dengan lemahnya keteladanan relasional dan evaluasi berbasis hafalan sebagai faktor dominan. Simulasi penerapan model Compassionate Deep Learning selama enam minggu menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator mindful-meaningful-joyful dan rahmah relasional. Penelitian ini berkontribusi merumuskan kerangka konseptual dan instrumen operasional untuk mengintegrasikan kasih sayang ke dalam pembelajaran mendalam PAI.