Stres merupakan kondisi psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, termasuk gangguan pada sistem pencernaan seperti sindrom dispepsia. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan adaptasi lingkungan perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa keperawatan di Universitas Triatma Mulya. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada periode April–Juni 2025. Populasi penelitian adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2020 dan 2021 di Universitas Triatma Mulya dengan teknik total sampling (n = 116). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres dan kuesioner gejala dispepsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,315, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah hingga sedang dan arah hubungan positif antara tingkat stres dan sindrom dispepsia. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres berpotensi meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada mahasiswa. Dalam jangka panjang, kondisi stres yang tidak terkelola dapat berkontribusi terhadap gangguan gastrointestinal kronis yang berdampak pada penurunan kualitas hidup, performa akademik, serta peningkatan beban layanan kesehatan