Persalinan dengan operasi sectio caesarea sering menimbulkan nyeri setelah tindakan, yang membuat ibu takut untuk bergerak sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah mobilisasi dini, yaitu menggerakkan tubuh secara bertahap setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mobilisasi dini dengan tingkat intensitas nyeri post operasi sectio caesarea di RSIA Zainab Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan metode cross sectional. ampel berjumlah 54 ibu post sectio caesarea yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner untuk melihat pelaksanaan mobilisasi dini dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan mobilisasi dini baik (92,6%) dengan tingkat intensitas nyeri dalam kategori ringan (94,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mobilisasi dini dengan Tingkat intensitas nyeri (p-value = 0,001). Ibu yang melakukan mobilisasi dini dengan baik cenderung merasakan nyeri yang lebih ringan dan sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini dapat membantu mengurangi rasa nyeri, melancarkan peredaran darah, serta mempercepat penyembuhan luka. Oleh karena itu, ibu dianjurkan untuk mulai bergerak secara perlahan sesuai anjuran tenaga kesehatan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan rasa nyeri dapat berkurang. n.