Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang sering menyebabkan infeksi, gangren, hingga amputasi ekstremitas bawah. Ketika kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang, pembuluh darah besar maupun kecil mengalami perubahan struktural yang membuat aliran darah ke jaringan semakin berkurang. Kondisi ini menyebabkan kulit, otot, dan jaringan di sekitarnya tidak mendapatkan oksigen serta nutrisi yang cukup untuk mempertahankan kekuatan dan kemampuan regenerasi. Ulkus diabetikum salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang dapat menyebabkan infeksi berat hingga amputasi apabila tidak ditangani secara tepat, perawatan luka telah dikembangkan untuk mempercepat proses penyembuhan, salah satunya adalah penggunaan balutan modern (modern dressing) yang menerapkan prinsip moisture balance telah banyak digunakan karena mampu mempertahankan kelembaban luka dan mempercepat proses penyembuhan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan modern dressing terhadap proses penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetikum. Metode : Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest menggunakan kata kunci "Diabetic Foot Ulcer", "Modern Dressing", dan "Wound Healing" dengan menggunakan operator Boolean AND dan OR. Artikel yang digunakan merupakan penelitian asli, tersedia dalam bentuk full text, dipublikasikan pada tahun 2021–2026, serta berbahasa Indonesia maupun Inggris. Hasil : Berdasarkan proses identifikasi, skrining, eligibility, dan inclusion menggunakan diagram PRISMA diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa modern dressing lebih efektif dibandingkan balutan konvensional dalam meningkatkan pembentukan jaringan granulasi dan mempercepat epitelisasi luka. Kesimpulan : Penggunaan modern dressing efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum dibandingkan metode konvensional. Modern dressing efektif dalam mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum melalui mekanisme moist wound healing yang mampu mempertahankan kelembaban luka serta menurunkan risiko infeksi dan amputas.