Stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi permasalahan yang mempengaruhi kualitas pelayanan Kesehatan jiwa. Mahasiswa Kesehatan sebagai calon tenaga Kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang professional dan bebas stigma. Oleh karena itu, pemahaman mengenai gambran stigma pada mahasiswa kesehatan perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa di kalangan mahasiswa kesehatan. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan melakukan basis data Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang telah ditentukan. Dari 92 artikel yang teridentifikasi, setelah proses penghapusan duplikasi dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 13 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Penilaian kualitas artikel dilakukan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist sesuai dengan desain penelitian masinng-masing. Hasil sintesis menunjukkan bahwa stigma mahasiswa kesehatan terhadap ODGJ masih didominasi oleh stereotip negative, prasangka, rasa takut, serta kecenderungan menjaga jarak social. Tingkat stigma dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman kontak dengan ODGJ, Pendidikan kesehatan jiwa, serta faktor social dan budaya. Pendidikan kesehatan jiwa yang komprehensif, pengalaman klinik, dan program anti stigma terbukti berkontribusi dalam menurunkan stigma mahasiswa terhadap ODGJ.