Zahra Alimah Nur Faizah
Brawijaya University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengasuh Pondok Mahasiswa dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Santri SABRINA NAYSHELATUZZAHRA; Kejora Putri Teda; Dzakiya Rosyida Ramadhani Ahmad; Zahra Alimah Nur Faizah; Elvaretta Rahma Devina; Qonita Ummul Atqiya; Nadhif Mirza
Journal of Education Counseling Vol 5 No 02 (2026): Juni
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jec.v5i02.3078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dirancang oleh pengasuh pondok mahasiswa dalam membantu meningkatkan kesehatan mental santri serta menganalisis efektivitas strategi tersebut. Penelitian dilakukan di PPTQ Oemah Qur’an Abu Hanifah dan PP Baitul Qur’an, Malang, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 2 orang pengasuh pondok dan 3 orang santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan pencatatan lapangan. Data kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengasuhan yang diterapkan dalam menjaga kesehatan mental santri meliputi pendekatan berbasis spiritual, sesi konseling sebagai ruang dialog, dukungan teman sebaya (peer support), serta regulasi pondok yang adaptif terhadap kebutuhan akademik santri. Pendekatan spiritual melalui kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an, sholat sunnah, dan wirid membantu santri memperoleh ketenangan batin. Selain itu, komunikasi terbuka antara pengasuh dan santri menciptakan lingkungan yang suportif sehingga santri merasa lebih nyaman dalam menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Dukungan teman sebaya dan regulasi yang fleksibel juga dinilai efektif dalam membantu santri mengelola stres dan menyesuaikan diri dengan kehidupan pondok maupun akademik. Penelitian ini merekomendasikan agar pondok pesantren terus mengembangkan program pendampingan kesehatan mental dan meningkatkan edukasi kesehatan mental bagi santri secara berkelanjutan.