Aprisunadi Aprisunadi
Program Studi Imu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Asuhan Keperawatan Ortopedi dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSU Adhyaksa Maliki Maliki; Aprisunadi Aprisunadi; Fajar Susanti; Umi Kalsum
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i1.565

Abstract

Gangguan muskuloskeletal merupakan penyebab kecacatan paling umum nomor dua di dunia. Di RSU Adhyaksa gangguan muskuloskeletal banyak terjadi mulai dari kasus anak, dewasa hingga lansia. Berdasarkan hal tersebut, asuhan keperawatan ortopedi yang diberikan harus sesuai dengan standar sehingga akan dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asuhan keperawatan ortopedi dengan tingkat kepuasan pasien di RSU Adhyaksa. Metode: metode penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas sebelum digunakan. Sampel penelitian ini sebanyak 65 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Diketahui terdapat 87,7% pasien mempersepsikan asuhan keperawatan ortopedi telah dilaksanakan dengan baik serta 86,6% pasien menyatakan puas terhadap layanan yang diberikan. Pada analisis lanjut disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asuhan keperawatan ortopedi dengan kepuasan pasien ortopedi (p: 0,001, α: 0,05). Asuhan keperawatan oropedi yang baik berpeluang 22 kali terhadap kepuasan pasien dibanding asuhan keperawatan yang kurang baik (95% CI OR: 3,82; 127,78). Diskusi: Penelitian ini mendukung temuan penelitian lain yang menyatakan bahwa asuhan keperawatan yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap mutu layanan keperawatan. Pelayanan yang baik akan membuat pasien merasa puas terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara asuhan keperawatan ortopedi dengan Tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini merekomendasikan bahwa dibutuhkan penelitian lanjutan dengan desain intervensi berkaitan dengan peningkatan mutu asuhan keperawatan sehingga kepuasan pasien dapat semakin meningkat.Kata Kunci: asuhan keperawatan ortopedi, kepuasan pasien, perawat Correlation Between Orthopedic Nursing Care and Patient Satisfaction Levels at Adhyaksa General Hospital ABSTRACT Musculoskeletal disorders are the second most common cause of disability worldwide. At Adhyaksa General Hospital, these disorders frequently occur across age groups, from children to the elderly. Based on this, orthopedic nursing care provided should align with standards to enhance service quality. Objective: To identify the correlation between orthopedic nursing care and patient satisfaction levels at Adhyaksa General Hospital. Methods: This quantitative study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. Data were collected using a validated questionnaire. The sample comprised 65 respondents selected through total sampling. Data analysis was conducted using the chi-square test. Results: The findings indicate that 87.7% of patients perceive orthopedic nursing care as well-executed, and 86.6% report satisfaction with the services provided. Further analysis concluded a significant correlation between orthopedic nursing care and orthopedic patient satisfaction (p: 0.001, α: 0.05). High-quality orthopedic nursing care was found to increase the likelihood of patient satisfaction by 22 times compared to lower-quality care (95% CI OR: 3.82; 127.78). Discussion: This study supports previous findings, indicating that good nursing care enhances patient satisfaction with the quality of nursing services, as positive care experiences contribute to patient satisfaction. Conclusion: The study concludes a significant correlation between orthopedic nursing care and patient satisfaction levels. It recommends further research with an intervention design focused on improving nursing care quality to further enhance patient satisfaction.Keywords: Orthopedic Nursing Care, Patient Satisfaction, Nurse
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CKD HEMODIALISIS DI RS PUSDOKKES POLRI Fefyayu Teguhandany; Aprisunadi Aprisunadi; Jamiatun Jamiatun; Fajar Susanti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.564

Abstract

ABSTRAKKepatuhan pasien dalam pembatasan cairan dipengaruhi beberapa faktor salah satunya dukungan keluarga. Keberadaan keluarga mampu memberikan dukungan yang sangat bermakna pada pasien di saat pasien menghadapi masalah kesehatannya. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang sudah dilakukan uji validitas sebelum digunakan dan lembar observasi pembatasan cairan yang sudah baku. Populasi sebanyak seratus pasien dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 88 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi yang digunakan 0,05. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: karakteristik usia paling banyak yaitu lansia awal sebanyak 27 orang (30,7%), tingkat pendidikan paling banyak di tingkat menengah yaitu 51 orang (58,0%), pengalaman hemodialisis < 5 tahun sebanyak 59 orang (67,0%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan dukungan keluarga pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis sebagian besar baik yaitu sebanyak 57 (64,8%) sedangkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD sebagian besar patuh sebanyak 61 (69,3%). Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri. Kesimpulan: dukungan keluarga merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kepatuhan pasien. Dengan dukungan keluarga yang baik, pasien akan merasa senang dan tentram dalam menghadapi dan menjalani pengobatannya. Kata Kunci: dukungan keluarga, chronic kidney disease, hemodialisis, pembatasan cairan ABSTRACTBackground: Patient compliance in complying with fluid restrictions is influenced by several factors, one of which is family support. The presence of the family is able to provide very meaningful support to the patient when the patient is facing health problems. Research Objective: to determine the relationship between family support and compliance with fluid restrictions in CKD patients undergoing hemodialysis at the Bhayangkara TK.I Pusdokkes Polri Hospital. Method: This research used descriptive correlational with a cross-sectional approach. Data were collected using a family support questionnaire which had been tested for validity before use and a standardized fluid restriction observation sheet. The sample for this study was 88 respondents with a population of 100 patients which was calculated using the Slovin formula with a significance level used of 0.05, the sampling technique used simple random sampling. Data analysis used the chi square test. Results: The results of this study showed that the most common age characteristics were early elderly, 27 people (30.7%), the highest level of education was middle, namely 51 people (58.0%), hemodialysis experience < 5 years, 59 people (67.0%). The results of this study also show that most of the family support in CKD patients undergoing hemodialysis has good family support, namely 57 (64.8%) while the majority of CKD patients comply with fluid restrictions, 61 (69.3%) according to statistical test results. This shows a p-value of 0.000 < α 0.05, which means there is a significant relationship between family support and compliance with fluid restrictions in CKD patients undergoing hemodialysis at the Bhayangkara TK.I Pusdokkes Polri Hospital. Conclusion: family support is the dominant factor in influencing patient compliance, with good family support the patient will feel happy and at ease in facing and undergoing treatment. Keywords: family support, chronic kidney disease, hemodialysis, fluid restriction