Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pentingnya Penggunaan Transaksi Digital di Era Generasi Z Martha Surya Dinata Mendrofa; Heniwati Gulo; Vivi Kristina Hia; Forlin Lase; Rismawati Halawa; Nesta Kristiani Gulo; Feber Ejer Juliman Waruwu; Pril Yani Hati Farasi; Nailah Rahma Zebua; Nurhayati Waruwu; John Li Kharisma Zebua; Juli Perdamaian Harefa; Teresia Teti Murni Gea
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1227

Abstract

Pertumbuhan adopsi pembayaran digital, khususnya transaksi berbasis QRIS, telah mengubah perilaku keuangan Generasi Z di Indonesia secara signifikan. Generasi Z merupakan kelompok demografi terbesar dan motor utama pergeseran ekonomi digital, dengan dominasi penggunaan QRIS yang sangat tinggi karena kepraktisan dan kecepatannya. Namun di balik kemudahan tersebut, transaksi digital menyimpan risiko berupa perilaku konsumtif akibat fenomena uang tidak kasatmata (invisible money), jebakan pinjaman online (pinjol), serta ancaman siber seperti quishing atau penipuan QR code. Tingkat literasi keuangan Generasi Z yang masih tergolong rendah memperparah risiko tersebut, sehingga kemudahan akses tanpa literasi yang memadai dapat berdampak pada kredit macet dan kerugian finansial yang besar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Gunungsitoli dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya penggunaan transaksi digital secara cerdas dan aman. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan refleksi yang membahas materi tentang psikologi uang digital, fenomena FOMO dan YOLO, strategi mental accounting, serta langkah-langkah keamanan transaksi QRIS. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap perbedaan kebutuhan dan keinginan, bahaya multi-borrowing melalui pinjol ilegal, serta cara memverifikasi nama merchant sebelum melakukan pembayaran QRIS guna mencegah quishing. Siswa juga menjadi lebih sadar dalam menerapkan mental accounting untuk mengatur uang saku ke dalam pos kebutuhan, tabungan, dan gaya hidup. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi keuangan yang partisipatif dan berbasis pengalaman dapat secara efektif memperkuat literasi keuangan dan kewaspadaan siber Generasi Z, sehingga mereka dapat menjadi pengendali teknologi finansial, bukan korban darinya.