Moh Vito Miftahul Munir
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Moderasi Beragama melalui Kurikulum Berbasis Cinta dalam Membentuk Sikap Toleransi pada Anak Usia Dini Iim Nurul Khotimah; Khoirotun Ni'mah; Moh Vito Miftahul Munir
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2339

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada meningkatnya gejala intoleransi di kalangan anak usia dini yang mengindikasikan urgensi penguatan nilai-nilai moderasi beragama sejak jenjang pendidikan awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses internalisasi moderasi beragama melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembentukan sikap toleransi pada anak usia dini di KB At-Tarbiyah Gunungrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan orang tua yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi moderasi beragama dilaksanakan melalui strategi pembiasaan afektif, keteladanan yang diberikan oleh guru, pengalaman belajar kontekstual, serta sinergi antara pihak sekolah dan keluarga. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta terbukti berkontribusi dalam pembentukan sikap toleransi anak yang tercermin pada perilaku empati, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta penghargaan terhadap keberagaman. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan sikap toleransi pada anak usia dini lebih efektif dilakukan melalui pengalaman sosial yang bermakna dan proses pembelajaran humanis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak.