Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan dan Suplementasi Vitamin di SDN 1 Bunigeulis dan SDN Tundagan Kabupaten Kuningan Juju Jumiati; Wawang Anwarudin; Ari Abdullah Safari; Oman Hadiana; Tedi Arisandi
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i2.1069

Abstract

Micronutrient deficiencies, including vitamin deficiencies, remain a significant public health challenge in rural areas of Indonesia, particularly among elementary school children. Limited dietary diversity and low nutritional literacy increase children's vulnerability to vitamin deficiencies, which may adversely affect immune function, learning concentration, and physical growth. This community service program aimed to enhance students' understanding of the importance of adequate vitamin intake and to provide vitamin supplementation as a preventive measure. The program was conducted at SDN 1 Bunigeulis, involving 58 students, and SDN Tundagan, involving 54 students, with a total of 112 participants. The activities were implemented through three stages: (1) development of educational materials on vitamins found in fruits and vegetables as well as vitamins that support immune health, (2) delivery of interactive nutrition education sessions, and (3) distribution of vitamin supplements. Educational and communicative methods were employed, utilizing visual approaches and engaging educational games tailored to elementary school students. Program effectiveness was evaluated through observations of all 112 participants. The results indicated that 91.9% of students actively participated in the educational sessions, while 77.6% were able to correctly identify the functions and dietary sources of vitamins. Furthermore, both teachers and students responded positively to the vitamin supplementation program, and no adverse effects were reported. These findings demonstrate that the program was effective in improving students’ nutritional awareness and may serve as a practical and scalable intervention model for elementary schools in rural communities.
Kemiskinan Desa dalam Perspektif Keberlanjutan: Pendekatan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) di Kabupaten Kuningan Casnan Casnan; Irman Firmansyah; Heti Triwahyuni; Ratnawati Ratnawati; Wawang Anwarudin; Ilham Ramdhani
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.81880

Abstract

Kemiskinan di desa masih menjadi persoalan struktural di Kabupaten Kuningan, meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang saling berinteraksi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kemiskinan di tiga desa di Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan MSA, menilai kontribusi masing-masing aspek (ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan) terhadap keberhasilan pengentasan kemiskinan di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris yang relevan dengan strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan data sekunder, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan MSA yang merupakan teknik multivariat yang dapat digunakan untuk menentukan posisi objek relatif terhadap objek lainnya. Analisis MSA dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan desa pada kondisi eksisting berada pada kategori yang sama, yaitu hampir miskin. Hasil skenario terhadap variabel atau faktor yang memengaruhi status kemiskinan di 3 desa bervariasi, seperti Desa Kalimanggis Wetan, nilai statusnya hampir miskin; Desa Taraju, nilai statusnya sejahtera; Desa Margamukti, nilai statusnya tidak miskin. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan memerlukan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa sebagai penggerak utama pembangunan lokal.