Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KADAR KRISTAL KALSIUM OXALAT PADA SEDIMEN URINE DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Sanatang; Sugireng; Agusrianty
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1736

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan irreversible. Pemeriksaan sedimen urine, termasuk identifikasi kristal kalsium oxalat, memiliki peran penting dalam menggambarkan kondisi patologis ginjal yang dapat memengaruhi fungsi filtrasi. Kristal kalsium oxalat dapat menimbulkan iritasi tubulus, inflamasi, dan kerusakan nefron sehingga berdampak pada penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sedimen urine kristal kalsium oxalat dengan LFG pada pasien GGK di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pasien GGK yang dipilih secara purposive. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square, dan dilanjutkan dengan uji risk estimate dalam bentuk Odds Ratio (OR) beserta interval kepercayaan 95% (CI) apabila nilai signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 23 orang (77%) berjenis kelamin laki-laki dan 7 orang (23%) perempuan, dengan persentase tertinggi pada kelompok usia lansia awal (57%). Kristal kalsium oxalat menunjukkan 80% negatif dan 20% positif satu. Nilai LFG menunjukkan 27 responden (90%) memiliki LFG < 15 mL/menit dan 3 responden (10%) memiliki LFG 15–29 mL/menit. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara kristal kalsium oxalat dengan penurunan LFG pada pasien GGK (p = 0,000; p < 0,05) dengan nilai OR sebesar 2,00. Kesimpulannya, kristal kalsium oxalat dalam sedimen urine berhubungan signifikan dengan LFG pada pasien GGK. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan jumlah sampel lebih besar serta metode pengukuran yang lebih beragam seperti pengukuran kadar oxalat serum, status elektrolit, dan biomarker ginjal lainnya
HUBUNGAN ANTARA HEMOGLOBIN DAN TROMBOSIT PADA PENDERITA DM (DIABETES MELITUS) TIPE 2 DI PUSKESMAS LABARAGA KABUPATEN BUTON UTARA Asfandi Yuhadi; Sanatang; Nurmalasari
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1741

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai gangguan sistemik, termasuk perubahan parameter hematologi seperti kadar hemoglobin dan jumlah trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin, jumlah trombosit, serta hubungan antara kadar hemoglobin dan jumlah trombosit pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Labaraga Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 30 penderita DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin dan jumlah trombosit menggunakan Hematology Analyzer, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 20 orang (67%) berjenis kelamin perempuan dan 10 orang (33%) laki-laki. Berdasarkan usia, mayoritas responden berada pada kelompok lansia awal (46–65 tahun) yaitu sebanyak 26 responden (87%). Pemeriksaan hemoglobin menunjukkan 27 responden (90%) memiliki kadar tidak normal, sementara pemeriksaan trombosit menunjukkan 23 responden (77%) mengalami kelainan jumlah trombosit. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah antara kadar hemoglobin dan jumlah trombosit (r = 0,342), namun tidak bermakna secara statistik (p = 0,065). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya kecenderungan hubungan positif yang lemah antara kadar hemoglobin dan jumlah trombosit pada penderita DM Tipe 2, namun tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan penambahan variabel lain seperti kadar gula darah, fungsi ginjal, dan profil lipid.