Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS JUMLAH PROTEIN, LEUKOSIT DAN ERITROSIT DALAM URINE PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI RS BHAYANGKARA KOTA KENDARI Erick Erianto Arif; Laode Hamiru; Inayah Wulandari
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1739

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme di dalam saluran kemih manusia. Gejala ISK sangat bervariasi mulai dari demam, disuria, nyeri perut atau pinggang dan dipengaruhi oleh usia, berat infeksi, intensitas peradangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kadarProtein, leukosit dan eritrosit yang terdapat pada sampel urine penderita infeksi saluran kemih di RS Bhayangkara Kota Kendari. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif observasional.Populasi pada penelitian ini diambil pada bulan Mei 2024 berjumlah 20 responden.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 subjek penelitian.Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 20 orang, sehingga penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidentalsampling dengan jumlah sampel sebanyak 19 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Pengambilan sampel urin digunakan sebagai bahan untuk mengukur jumlah protein, leukosit dan eritrosit menggunakan metode Urine Analyzer. Hasil dalam penelitian ini didapatkan hasil subjek penelitian jumlah protein yang abnormal sebanyak 5 orang (26,3%), negatif sebanyak 14 orang (73,7%). Jumlah leukosit yang abnormal ditemukan sebanyak 13 pasien (68,4%), negatif sebanyak 6 orang (31,6%). Dan Jumlah eritrosit yang abnormal ditemukan sebanyak 8 pasien (42,1%), negatif sebanyak 11 pasien (57,9%) Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pasien Infeksi Saluran Kemih banyak ditemukan hasil pemeriksaan leukosit, eritrosit dan jumlah protein yang abnormal. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahas pengaruh usia dan jenis pada penyakit Infeksi Saluran Kemih.