Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Hiperglikemia yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan diuresis osmotik sehingga terjadi kehilangan elektrolit seperti kalium dan klorida. Ketidakseimbangan elektrolit tersebut dapat mempengaruhi stabilitas metabolik tubuh, sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan kadar elektrolit pada pasien dengan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar elektrolit kalium dan klorida terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 16 pasien DM Tipe 2 yang diperiksa kadar kalium, klorida, dan glukosa darah puasa pada bulan Oktober 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi pearson dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil analisis menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan bahwa kadar kalium memiliki korelasi positif sangat lemah dan tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (r = 0,191; p = 0,478). Sedangkan kadar klorida memiliki korelasi negatif sangat lemah dan tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (r = –0,060; p = 0,824). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar elektrolit kalium dan klorida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya agar melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta menambahkan variabel lainnya seperti magnesium (Mg²⁺) dan fungsi ginjal.