Abstract: Success in Pancasila and Civic Education (PPKn) is influenced by various factors, one of which is study discipline, which plays a role in the development of students’ critical thinking skills. This study aims to describe the study discipline and critical thinking skills of elementary school students in PPKn classes, as well as to analyze the relationship between the two. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA 2020 guidelines. The research instrument consisted of an article data extraction sheet, while data analysis utilized content analysis of 12 scientific articles published between 2022 and 2026. The results indicate that academic discipline is positively correlated with students’ critical thinking skills. Students with high academic discipline tend to be more active, responsible, capable of managing their study time, and better at analyzing and evaluating information. Factors influencing this relationship include learning motivation, support from teachers and parents, a conducive learning environment, and the implementation of Higher-Order Thinking Skills (HOTS)-based instruction.Abstrak: Keberhasilan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kedisiplinan belajar yang berperan dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kedisiplinan belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PPKn, serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Instrumen penelitian berupa lembar ekstraksi data artikel, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi terhadap 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar berhubungan positif dengan keterampilan berpikir kritis siswa. Siswa yang memiliki kedisiplinan tinggi cenderung lebih aktif, bertanggung jawab, mampu mengelola waktu belajar, serta lebih baik dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi. Faktor yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi motivasi belajar, dukungan guru dan orang tua, lingkungan belajar yang kondusif, serta penerapan pembelajaran berbasis HOTS.