Muhammad Syaipul Hayat
Master’s Program in Science Education, Postgraduate Program, Universitas PGRI Semarang, Semarang, Central Java

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Unveiling the knowing-doing gap in river ecosystem SSI: profiling students’ scientific literacy and action competency Adhitya Chandra Permana; Muhammad Syaipul Hayat; Mega Novita
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i2.24720

Abstract

Scientific literacy is fundamental for Education for Sustainable Development (ESD), yet a disconnect often exists between students' cognitive understanding and their ability to take responsible environmental action, especially in the context of river ecosystems. This study analyzes the profile of Scientific Literacy and Action Competency among junior high school students within a local Socio-Scientific Issues (SSI) framework. Employing a quantitative descriptive-correlational design, data were collected from 64 students using valid and reliable instruments, including essay tests, portfolios, questionnaires, and observations. The findings reveal that students' average proficiency on both variables remains low, despite a strong positive correlation between them. Crucially, a diagnostic analysis uncovered a significant "knowing-doing gap," in which students' high self-perceptions on Likert scales contrasted with their lower performance on objective tasks, suggesting a potential "illusion of competence". Furthermore, a consistent challenge was identified in written argumentation skills across both variables. The study concludes that while local SSI approaches are gender-inclusive, they require robust instructional scaffolding to bridge the gap between intention and execution. Based on these diagnostic interpretations, we hypothesize that developing adaptive pedagogical interventions, such as Interactive E-Modules based on local SSI, could enhance students' capacity to translate scientific knowledge into concrete, sustainable actions. Future research should focus on the empirical design and validation of such learning materials, as well as on exploring non-cognitive variables such as emotional intelligence.Abstrak. Literasi ilmiah merupakan fondasi utama dalam Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD). Namun, seringkali muncul kesenjangan antara pemahaman kognitif siswa dan kemampuan mereka mengambil tindakan lingkungan yang bertanggung jawab, khususnya dalam konteks ekosistem sungai. Penelitian ini bertujuan memprofilkan Literasi Ilmiah dan Kompetensi Aksi siswa SMP terkait Isu Sosio-Saintifik (SSI) lingkungan lokal. Menggunakan desain deskriptif-korelasional kuantitatif, data dikumpulkan dari 64 siswa menggunakan instrumen yang divalidasi, meliputi tes esai, portofolio, kuesioner, dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan kedua variabel berada pada kategori rendah, meskipun terdapat korelasi positif yang kuat di antara keduanya. Secara krusial, analisis diagnostik mengungkapkan adanya kesenjangan mengetahui-melakukan (knowing-doing gap) yang signifikan, di mana persepsi diri siswa yang tinggi pada skala Likert kontras dengan kinerja objektif yang lebih rendah, mengindikasikan potensi "ilusi kompetensi". Selain itu, teridentifikasi pula kendala yang konsisten pada keterampilan argumentasi tertulis di kedua variabel. Disimpulkan bahwa pendekatan SSI lokal, meskipun inklusif gender, memerlukan scaffolding instruksional yang kuat untuk menjembatani kesenjangan antara niat dan aksi. Berdasarkan interpretasi diagnostik tersebut, kami menghipotesiskan bahwa pengembangan intervensi pedagogis adaptif, seperti E-Modul Interaktif berbasis SSI lokal, berpotensi meningkatkan kapasitas siswa dalam menerjemahkan pengetahuan ilmiah menjadi tindakan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya harus berfokus pada desain empiris dan validasi materi pembelajaran tersebut serta eksplorasi variabel non-kognitif.