Firdaus Daud
Department of Biology Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar, Makassar, South Sulawesi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The relationship between metacognitive awareness, self-efficacy, and learning motivation on the biology learning outcomes of high school students in Maros regency Huznul Amalia; Yusminah Hala; Andi Asmawati Azis; Firdaus Daud; Andi Mu'nisa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i2.26083

Abstract

Students’ biology learning outcomes in Indonesia remain suboptimal, as reflected in the 2022 PISA and the 2024 National Assessment. Internal factors such as metacognitive awareness, self-efficacy, and learning motivation are believed to play a significant role in determining students’ academic achievement. This study aims to analyze the relationship between metacognitive awareness, self-efficacy, and learning motivation on the biology learning outcomes of 11th-grade students at public high schools in Maros Regency. The study employs a quantitative approach with an ex-post facto design involving 261 students selected through area random sampling. Data were collected using a combination of adapted and researcher developed questionnaires and multiple choice tests based on higher order thinking skills. Data analysis employed descriptive statistics, correlation analysis, and multiple linear regression. The results indicated that all three independent variables fell into the moderate category, while learning outcomes were in the adequate category. Both partially and simultaneously, metacognitive awareness, self-efficacy, and learning motivation demonstrated a positive and significant relationship with biology learning outcomes, contributing a combined 63.9%. Metacognitive awareness was the dominant predictor with a contribution value of 37.4%. These findings emphasize the importance of integrating aspects of metacognition, self-efficacy, and motivation into learning strategies to improve the quality of students’ learning outcomes.Abstrak. Hasil belajar biologi peserta didik di Indonesia masih belum optimal, sebagaimana tercermin dalam PISA 2022 dan Asesmen Nasional 2024. Faktor internal seperti kesadaran metakognisi, efikasi diri, dan motivasi belajar diyakini berperan penting dalam menentukan capaian akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesadaran metakognisi, efikasi diri, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Maros. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto yang melibatkan 261 peserta didik yang ditentukan melalui rumus slovin dan dipilih melalui area random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kombinasi angket adaptasi dan pengembangan, serta tes pilihan ganda berbasis kemampuan berikir tingkat tinggi (HOTS). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, analisis korelasi, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas berada pada kategori sedang dan hasil belajar berada pada kategori cukup. Secara parsial maupun simultan, kesadaran metakognisi, efikasi diri, dan motivasi belajar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar biologi dengan kontribusi bersama sebesar 63,9%. Kesadaran metakognisi menjadi prediktor dominan dengan nilai kontribusi sebesar 37,4%. Temuan ini menegaskan pentingnya pengintegrasian aspek metakognisi, efikasi diri, dan motivasi dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik.
The relationships of social environment, discipline, and learning facilities with public senior high school students' biology interest and learning outcomes Jusmarini Kadir; Yusminah Hala; Alimuddin Ali; Firdaus Daud; Hartono Hartono
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i2.26085

Abstract

Learning interest and learning outcomes are important indicators of educational quality. This study aimed to analyze the relationships of social environment, learning discipline, and learning facilities with students’ learning interest and learning outcomes. The novelty of this study lies in examining these three factors simultaneously in relation to both learning interest and learning outcomes in biology learning. A quantitative correlational approach was employed involving 269 grade XI students of public senior high schools in Sidrap Regency selected through area random sampling. Data were collected using questionnaires and documentation and analyzed using simple and multiple regression. The results showed that all independent variables had positive and significant relationships with learning interest and learning outcomes (p < 0.05). Learning discipline showed the strongest relationship with learning interest (R² = 0.623), while learning facilities had the strongest relationship with learning outcomes (R² = 0.713). Simultaneously, the three variables explained 41.4% of the variance in learning interest and 88.8% of the variance in learning outcomes. These findings highlight the importance of social, behavioral, and facility-related factors in supporting students’ interest and achievement in biology learning. Abstrak. Minat belajar dan hasil belajar merupakan indikator penting kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lingkungan sosial, disiplin belajar, dan fasilitas belajar dengan minat belajar serta hasil belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian ketiga faktor tersebut secara simultan terhadap minat belajar dan hasil belajar biologi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional pada 269 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Sidrap yang dipilih melalui teknik area random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan positif dan signifikan dengan minat belajar dan hasil belajar (p < 0,05). Disiplin belajar memiliki hubungan paling kuat dengan minat belajar (R² = 0,623), sedangkan fasilitas belajar memiliki hubungan paling kuat dengan hasil belajar (R² = 0,713). Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 41,4% variasi minat belajar dan 88,8% variasi hasil belajar. Temuan ini menunjukkan pentingnya faktor sosial, perilaku belajar, dan fasilitas pembelajaran dalam mendukung minat dan hasil belajar biologi siswa.
The effect of the SM2CL learning model on students’ critical thinking skills in the digestive system topic Lisra Pratama; Mushawwir Taiyeb; Rachmawaty Rachmawaty; Firdaus Daud; Andi Mu’nisa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24915

Abstract

The demands of 21st-century education emphasize critical thinking in learning. Critical thinking is essential in learning biology, especially in the topic of the human digestive system. However, the limited use of varied learning models reduces opportunities to develop students' critical thinking skills. Therefore, an appropriate learning model is needed, namely the SM2CL model. This model is appropriate because it combines learning models, strategies, and methods. This study aims to analyze the effect of the Synectics, Mind Mapping, and Cooperative Learning (SM2CL) learning model on critical thinking skills among class XI students in the digestive system material at MAN 3 Bone. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The study consisted of 60 samples, comprising 2 classes of students. The study, using ANCOVA to test the hypothesis, showed a significant effect of the SM2CL model (p < 0.05). Furthermore, the LSD test indicated a significant difference between students taught using the SM2CL model and those taught using the direct instruction model. These findings suggest that the SM2CL model is more effective in enhancing students' critical thinking skills in biology learning, particularly in the digestive system topic. This study contributes to biology education by providing empirical evidence on the effectiveness of integrated learning models in promoting critical thinking skills.Abstrak. Tuntutan pendidikan abad ke-21 menekankan pemikiran kritis dalam pembelajaran. Pemikiran kritis sangat penting dalam pembelajaran biologi, khususnya pada topik sistem pencernaan manusia. Namun, penggunaan model pembelajaran yang beragam yang terbatas mengurangi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang tepat yaitu model SM2CL. Model ini tepat karena memadukan model, strategi dan metode pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Synectics, Mind Mapping, dan Cooperative Learning (SM2CL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada materi sistem pencernaan di MAN 3 Bone. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Penelitian ini terdiri dari 60 sampel yang terdiri dari dua kelas siswa. Hasil penelitian, menggunakan uji ANCOVA untuk menguji hipotesis, menunjukkan pengaruh signifikan model SM2CL dengan nilai signifikansi p < 0,05. Selanjutnya, uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model SM2CL dan siswa yang diajar menggunakan model pengajaran langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa model SM2CL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran biologi, khususnya pada topik sistem pencernaan. Studi ini berkontribusi pada pendidikan biologi dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas model pembelajaran terintegrasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis.