Nicolien Meggy Sumakul
Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest, Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Oikonomia Trinitaris: Panggilan Orang Kristen untuk Menjaga dan Memelihara Bumi Agustin Soewitomo Putri; Marianus Patora; Ho Lucky Setiawan; Nicolien Meggy Sumakul
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12, No 2: Juni 2026
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v12i2.232

Abstract

This article examines the concept of Trinitarian oikonomia as a theological foundation for the Christian calling to care for and preserve the earth. The increasingly acute ecological crisis is not merely a scientific and environmental concern but also touches upon profound theological issues that the church has too long neglected. This article argues that Trinitarian oikonomia, which refers to how the Triune God governs and sustains all creation, provides a solid foundation for Christian ecological engagement through a qualitative research approach based on a library study employing systematic theological hermeneutics. The discussion encompasses four key points: the theological meaning of oikonomia in Trinitarian tradition; the distinctive roles of the three divine individuals in creation, redemption, and renewal; the ecological crisis as a theological crisis; and the implications of Trinitarian spirituality, ethical values, and lifestyle for ecclesial life. This article concludes that the active engagement of Christians in earth-keeping constitutes an authentic expression of Trinitarian faith rather than merely a response to contemporary ecological demands. Abstrak Artikel ini mengkaji konsep oikonomia Trinitaris sebagai landasan teologis bagi panggilan orang Kristen untuk menjaga dan memelihara bumi. Krisis ekologi yang semakin akut tidak hanya menjadi persoalan ilmiah dan lingkungan, tetapi juga menyentuh isu teologis yang mendesak dan sering kali diabaikan oleh gereja. Melalui pendekatan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode hermeneutika teologi sistematik, artikel ini mengargumentasikan bahwa oikonomia Trinitaris, yakni cara Allah Trinitas mengurus dan memelihara seluruh ciptaan-Nya, memberikan fondasi yang kokoh bagi keterlibatan ekologis orang Kristen. Pembahasan mencakup empat pokok: makna teologis oikonomia dalam tradisi Trinitaris; peran distinktif ketiga pribadi ilahi dalam penciptaan, penebusan, dan pembaruan ciptaan; krisis ekologi sebagai krisis teologis; serta implikasi spiritualitas, nilai etis, dan gaya hidup Trinitaris bagi kehidupan menggereja. Artikel ini menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang Kristen dalam pemeliharaan bumi merupakan ekspresi autentik dari penghayatan iman Trinitaris yang menyeluruh, bukan sekadar respons terhadap tuntutan ekologis kontemporer.
Keluarga sebagai Tempat Pembentukan Karakter: Tinjauan Teologis atas Amsal 22:6 Nicolien Meggy Sumakul; Ledy Angreany; Yola Indravany; Evvy Rianauli Simorangkir; Heni Jeniwati
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 10 No 1: Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v10i1.531

Abstract

Family is the primary institution shaping a child's character before other social institutions exert their influence. This article aims to theologically examine the role of the family as a place of character formation based on Proverbs 22:6, which emphasizes the importance of training a child early so that he will not depart from the right path even in old age. The study employs a qualitative approach, using a literature review and textual exegesis, to examine the literary context of Old Testament wisdom literature and its relevance to contemporary Christian education. The findings indicate that Proverbs 22:6 presents a holistic educational principle that positions parents as primary educators, emphasizing consistency, exemplary conduct, and love in raising children. This article concludes that the Christian family is called to be a formative space for the growth of a child's faith and character and offers practical recommendations for parents and churches to sustainably fulfill this educational responsibility.   Abstrak Keluarga merupakan institusi pertama dan utama dalam proses pembentukan karakter anak sebelum institusi sosial lain turut memberikan pengaruh. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis peran keluarga sebagai tempat pembentukan karakter berdasarkan Amsal 22:6, yang menegaskan pentingnya mendidik anak sejak dini agar tidak menyimpang dari jalan yang benar hingga masa tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan eksegesis teks, dengan menelaah konteks sastra hikmat Perjanjian Lama serta relevansinya bagi pendidikan Kristen masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa Amsal 22:6 memuat prinsip pendidikan holistik yang melibatkan orang tua sebagai pendidik utama, dengan penekanan pada konsistensi, keteladanan, dan kasih sayang dalam mendidik anak. Artikel ini menyimpulkan bahwa keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi ruang formatif bagi pertumbuhan iman dan karakter anak, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi orang tua dan gereja dalam menjalankan tanggung jawab pendidikan tersebut secara berkelanjutan.