Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hiperaktivitas sebagai Attention Seeking Behavior bagi Anak: Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak di KB Al-Mujtama’ Pamekasan Sufiatin Mutmainnah; Abd. Rosyid
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hiperaktivitas sebagai attention seeking behavior serta mengkaji peran keterlibatan orang tua dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di KB Pondok Pesantren Al-Mujtama' Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hiperaktif pada anak tidak semata-mata berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal untuk memperoleh perhatian dan pemenuhan kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Perilaku tersebut ditandai dengan kesulitan duduk tenang, impulsivitas, mengganggu teman, serta mencari respons dari guru dan lingkungan sekitar. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa rendahnya keterlibatan orang tua, kurangnya komunikasi hangat, serta lemahnya kelekatan emosional berkontribusi terhadap munculnya perilaku attention seeking behavior. Sebaliknya, keterlibatan orang tua yang aktif melalui pendampingan, perhatian, komunikasi yang intensif, serta kerja sama dengan pihak sekolah mampu meningkatkan stabilitas sosial emosional anak dan mengurangi perilaku hiperaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi faktor penting dalam pengembangan sosial emosional anak serta dapat menjadi alternatif nonmedis dalam menangani perilaku hiperaktif pada anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis pesantren.