Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai praktik hidup bersih dan sehat serta pengelolaan obat yang tepat masih menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan, terutama pada remaja yang tinggal di lingkungan pesantren. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri terkait penerapan PHBS dan DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai indikator PHBS yang meliputi kebersihan diri dan lingkungan serta pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang dilaksanakan di Pesantren Al Mukhlis Kota Kendari pada 10 Mei 2026 dengan melibatkan 56 santri. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan peserta dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi. Pada aspek PHBS, peningkatan pengetahuan terjadi pada indikator kebiasaan mandi minimal dua kali sehari (18,9%), tidak menggunakan handuk, pakaian, atau tempat tidur secara bergantian (35,7%), rutin mengganti pakaian dan sprei (32,4%), serta pemahaman mengenai pentingnya PHBS dalam pencegahan penyakit (15,9%). Pada aspek DAGUSIBU, peningkatan tertinggi ditemukan pada pengetahuan tentang cara membuang obat yang benar (57,0%), cara menyimpan obat yang benar (50,2%), dan pemahaman konsep DAGUSIBU (49,0%). Secara keseluruhan, rata-rata tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 54,0% sebelum edukasi menjadi 90,3% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 36,3%. Kesimpulan: Edukasi PHBS dan DAGUSIBU terbukti mampu meningkatkan pengetahuan santri mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan obat yang tepat. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi promotif dalam mendukung terbentuknya perilaku kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.