Efisiensi pengelolaan data kesiswaan sangat dipengaruhi oleh kecepatan dan ketepatan distribusi informasi, sementara sistem presensi berbasis web konvensional umumnya masih bersifat pasif dan bergantung pada akses manual pengguna. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam memperoleh informasi kehadiran yang dibutuhkan untuk pemantauan operasional dan pengambilan keputusan manajerial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan menguji interoperabilitas sistem presensi berbasis web dengan layanan Telegram API melalui mekanisme push notification untuk mendukung distribusi laporan presensi secara lebih proaktif dan real-time. Sistem dikembangkan menggunakan arsitektur client-server dengan integrasi antarplatform melalui RESTful API. Setiap transaksi presensi yang tervalidasi melalui pemindaian QR Code secara otomatis memicu pengiriman notifikasi kehadiran ke platform Telegram. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengukuran latensi pengiriman notifikasi, yaitu selang waktu antara proses pemindaian QR Code hingga notifikasi diterima pada platform Telegram, pada beberapa skenario operasional dengan total 105 transaksi presensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendistribusikan informasi presensi dengan latensi rata-rata kurang dari dua detik. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme push-based notification efektif dalam mengurangi jeda distribusi informasi dibandingkan pendekatan pull-based konvensional. Kontribusi penelitian ini terletak pada implementasi model interoperabilitas berbasis event-driven yang mengintegrasikan sistem presensi dengan layanan pesan instan sebagai media distribusi informasi real-time. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat berfungsi sebagai komponen awal Decision Support System melalui penyediaan informasi presensi yang relevan, tepat waktu, dan terstruktur, khususnya pada lingkungan SMK Muhammadiyah Bobotsari.