Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Kader Kesehatan dalam Melakukan Pendampingan di Masyarakat Tentang ASI dan MP-ASI Mochammad Bagus Qomaruddin; Shrimarti Rukmini Devy; Muji Sulistyowati; Rachmah Indawati
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i4.4442

Abstract

Purpose: Breastfeeding and complementary feeding are very important for maternal and infant health. However, the low exclusive breastfeeding and early complementary feeding is a challenge in health programs. The purpose of community service is an effort to improving health volunteer’s competency in community mentoring for breastfeeding and complementary feeding. Methodology: Mentoring is an approach to bridge the need for knowledge and improve the skills of health volunteers. The form of activity is to improve health volunteer’s competency by providing knowledge and skills in health services. Results: The knowledge and skills of providing health services to pregnant women are very good. Counseling as an effort to provide insight to Health volunteers about breastfeeding and complementary feeding. And mentoring as an effort to train self-readiness or get used to carrying out tasks in the community. In addition, the attitude of pregnant women shows a positive attitude. This activity can create good relationships in the community. Limitations: Participating health volunteers was very limited only two individuals making it difficult to generalize the findings to broader health care populations in other regions. Contributions: This program made a concrete contribution by improving the knowledge and skills of health volunteers in delivering counseling on breastfeeding and complementary feeding to pregnant women in the local community. Conclusions: This activity offers hope for health volunteers to enhance their knowledge and skills in supporting health service programs. Mentoring can establish networks between higher education institutions and partners, fostering positive interactions between health volunteers and the community.
Pelatihan Komunikasi Antarpribadi untuk Memperkuat Dukungan ASI Eksklusif bagi Kader Posyandu di Wilayah Pucang Sewu Surabaya Elok Dzul Afifah; Damai Arum Pratiwi; Mochammad Bagus Qomaruddin; Wildan Satrio Darmawan; Venska Pattiasina; Galuh Pramesti Cintani Aisha; Rafi’ Abiyyu Mukti; Linda Auliyaur Rahmah; Zulfa Mazida; Hera Ratna Dwi Maharsi; Chindy Eva Nurmala Hutabarat
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v7i1.6339

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional yaitu 80%, termasuk di Kota Surabaya yang hanya 69,26%. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan kapasitas kader posyandu, khususnya dalam keterampilan komunikasi antarpribadi saat memberikan edukasi dan konseling kepada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi antarpribadi kader posyandu melalui pelatihan berbasis partisipatif di salah satu wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu, Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pada 26 kader dengan pendekatan Model Dignan melalui tahapan community analysis, targeted assessment, program development, implementation, dan evaluation. Metode pelatihan meliputi penyuluhan interaktif dan role play. Pengukuran dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta lembar observasi keterampilan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 75,38 menjadi 90,00, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Selain itu, sebagian besar kader menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi dasar, terutama dalam mendengarkan aktif dan membangun empati. Pelatihan komunikasi antarpribadi efektif dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Penguatan pelatihan lanjutan yang berfokus pada aspek persuasi diperlukan untuk mengoptimalkan peran kader dalam promosi kesehatan.