Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional yaitu 80%, termasuk di Kota Surabaya yang hanya 69,26%. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan kapasitas kader posyandu, khususnya dalam keterampilan komunikasi antarpribadi saat memberikan edukasi dan konseling kepada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi antarpribadi kader posyandu melalui pelatihan berbasis partisipatif di salah satu wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu, Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pada 26 kader dengan pendekatan Model Dignan melalui tahapan community analysis, targeted assessment, program development, implementation, dan evaluation. Metode pelatihan meliputi penyuluhan interaktif dan role play. Pengukuran dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta lembar observasi keterampilan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 75,38 menjadi 90,00, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Selain itu, sebagian besar kader menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi dasar, terutama dalam mendengarkan aktif dan membangun empati. Pelatihan komunikasi antarpribadi efektif dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Penguatan pelatihan lanjutan yang berfokus pada aspek persuasi diperlukan untuk mengoptimalkan peran kader dalam promosi kesehatan.