Karakteristik runway merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan operasional pesawat, terutama dalam menentukan jangkauan penerbangan yang dapat dicapai. Perbedaan panjang, lebar, kekuatan perkerasan landasan (Pavement Classification Number/PCN), serta kondisi lingkungan seperti temperatur, elevasi, dan kemiringan runway menyebabkan setiap bandara memiliki kemampuan yang berbeda dalam melayani berbagai tipe pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis jangkauan pesawat berdasarkan karakteristik runway pada delapan bandara di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa spesifikasi runway dan karakteristik teknis pesawat. Analisis dilakukan melalui koreksi panjang runway terhadap faktor temperatur, elevasi, dan kemiringan, evaluasi kesesuaian nilai Aircraft Classification Number (ACN) terhadap PCN, penyesuaian beban operasi pesawat, serta perhitungan jangkauan menggunakan Persamaan Breguet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bandara dengan panjang runway dan nilai PCN yang lebih tinggi mampu melayani pesawat dengan jangkauan yang lebih besar tanpa memerlukan pengurangan beban yang signifikan. Bandara Sisingamangaraja XII mengalami pengurangan panjang runway efektif terbesar sebesar 44,50% akibat pengaruh elevasi, sehingga membatasi operasional beberapa jenis pesawat. Cessna 208B merupakan satu-satunya pesawat yang dapat beroperasi di seluruh bandara yang ditinjau tanpa penyesuaian beban. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola bandar udara dan maskapai penerbangan dalam menentukan kesesuaian tipe pesawat serta mendukung perencanaan pengembangan infrastruktur bandar udara di Sumatera Utara.