p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AN NAHDLIYAH
Mahrus
STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang; Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Sumber Pembiayaan di Lembaga Pendidikan Swasta secara Efisien dan Efektif Mahrus; Zubdatul Itqon; M. Syekh Ibrahim; Malfino Ansi
ANNAHDLIYAH: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): PENGUATAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN LITERASI
Publisher : ANNAHDLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan manajemen pembiayaan sekolah swasta menyebabkan manajemen yang tidak efektif. Ini menurunkan daya saing sekolah swasta, yang memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk bersaing dengan sekolah lain dalam kategori ini. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, artinya data diungkapkan dalam keadaan sewajarnya (natural setting) tanpa mengubahnya menjadi kerangka atau simbol. Dengan demikian, strategi pembiayaan harus ditemukan untuk menjadi sekolah yang unggul dibandingkan dengan sekolah lain. SMK Muhammadiyah 3 Bandung memiliki manajemen pembiayaan yang berhasil, seperti yang ditunjukkan oleh koordinasi yang baik antara kepala sekolah dan manajemen dengan komite sekolah dan masyarakat sebagai pengawasan. Strategi manajemen biaya yang dapat digunakan di SMK Muhammadiyah 3 Bandung untuk meningkatkan
INOVASI BIDANG KETENAGAAN PENDIDIKAN Mahrus
ANNAHDLIYAH: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2022): PENGUATAN MANAJEMEN MADRASAH
Publisher : ANNAHDLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pendidikan, pendidik memegang peran yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai tujuan pendidikan. Pendidik merupakan orang dewasa baik secara kodrati (orang tua) maupun secara profesi (menjadi pendidik karena tugas jabatan) bertanggungjawab menumbuhkembangkan anak didik. Beberapa karakteristik yang perlu untuk dimiliki oleh pendidik antara lain: (a) Mandiri atau mampu berdiri sendiri. Yaitu orang yang tida bergantung lagi dengan orang lain, karena ia telah memiliki cukup ilmu, baik dalam pengetahuan, keterampilan, sikap dan lain-lain; (b) Bertanggung jawab, yaitu mampu menentukan keputusan dan tindakan atas pilihannya sendiri, namun mampu menerima segala konsekuensi atas pilihannya; (c) Mampu menyerahkan diri, yaitu berani berkorban untuk nilai-nilai atau norma-norma yang diakuinya, cita-cita atau tujuan hidupnya, pekerjaanya, masyarakat atau orang lain dan demi Tuhannya; (d) Keterampilan dan membimbing, yaitu seperti sikap-sikap yang dibutuhkan dalam membimbing seperti sabar, beribawa, ulet, pantang menyerah, dan memberikan semangat agar peserta didik dapat berhasil; (e) Mampu bersosialisai dan berkomunikasi dengan baik, yaitu dapat membangun hubungan antara pendidik dan peserta didik dengan baik dan lebih dalam sehingga dapat memotivasi peseta didik. Masalah esensial yang dihadapi dalam pengelolaan tenaga kependidikan di Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata terletak pada cara menghasilkan tenaga kependidikan yang bermutu melalui lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), melainkan sejauh mana profesi itu dapat diakui oleh Negara sebagai profesi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu jika pendidikan merupakan salah satu instrument utama pengembangan sumber daya manusia (SDM), tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab untuk mengemban tugas tersebut.