Fatmawati Blegur
Program Studi D-III Farmasi, Poltekkes Kemenkes Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Evaluation of Antihypertensive Drug Use in Chronic Kidney Disease Patients at Prof. Dr. W. Z. Johannes Hospital Kupang Maria Yangsye Lenggu; Fatmawati Blegur; Priska Ernestina Tenda; Edityva Monicha; Falentinus Duly
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1109

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel dinilai dari Glomerular Filtration Rate <60 mL/menit/1,73m2 selama >3 bulan. Hipertensi menjadi penyebab penurunan fungsi ginjal dan sebaliknya penurunan fungsi ginjal yang progresif dapat memperburuk hipertensi. Pengendalian hipertensi dengan antihipertensi memperlambat progresivitas PGK dan menurunkan tingkat komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antihipertensi pada pasien PGK di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang tahun 2024. Jenis penelitian observasional melalui pendekatan cross sectional (retrospektif) menggunakan data rekam medis pasien. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling, yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 98 pasien. Data yang diperoleh dideskripsikan karakteristik pasien dan pola penggunaan antihipertensi serta dievaluasi penggunaan obat berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis mengacu pada panduan PNPK, KDIGO dan JNC 8. Hasil penelitian menunjukkan pasien PGK mayoritas laki-laki (53,06%), usia <60 tahun (57,14%), dengan PGK stadium 5 (86,74%). Terapi hipertensi didominasi oleh terapi kombinasi (76,53%), dengan kombinasi 2 obat paling banyak digunakan yaitu golongan Calcium Channel Blockers (CCB) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (32,65%), serta kombinasi amlodipin dan candesartan sebagai jenis obat terbanyak (25,51%). Evaluasi rasionalitas menunjukkan tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), dan tepat obat (97,96%), di mana ketidaktepatan obat (2,04%) ditemukan pada pemilihan jenis antihipertensi. Secara keseluruhan, rasionalitas penggunaan obat berdasarkan empat kriteria tersebut mencapai 97,96%. Pola peresepan antihipertensi di Rumah Sakit telah sesuai dengan panduan klinis, sehingga perlu dipertahankan melalui Pemantauan Terapi Obat (PTO) secara berkala untuk mencegah risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien PGK.