Valensya Br Sihombing, Tania
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reorientasi Strategi Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar Inklusif melalui Pendekatan Kurikulum Berdiferensiasi Berbasis Penguatan Sosial Emosional Saputri Pandiangan, Indah; Jannatun Jannah, Makhfirah; Valensya Br Sihombing, Tania; Annekarela, Annekarela; Clairine Buulolo, Jesse; Istikmalatul Muktamaroh, Asna
Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori dan Hasil Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2026): JTPD
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif di sekolah dasar memerlukan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Namun, praktik pembelajaran masih cenderung seragam sehingga kebutuhan belajar individual siswa belum terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kurikulum berdiferensiasi berbasis penguatan sosial emosional pada sekolah dasar inklusif. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, Garuda, dan ERIC tahun 2016–2026. Sebanyak 452 artikel berhasil diidentifikasi pada tahap awal, kemudian 72 artikel dihapus karena duplikasi. Dari 380 artikel yang tersisa, sebanyak 325 artikel dieliminasi melalui proses seleksi judul dan abstrak. Sebanyak 55 artikel selanjutnya ditelaah secara penuh (full-text review), dan 40 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 15 artikel dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar siswa melalui penyesuaian proses dan kebutuhan belajar peserta didik. Penguatan sosial emosional turut mendukung perkembangan empati, regulasi diri, serta interaksi sosial siswa. Integrasi kedua pendekatan tersebut berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran inklusif yang adaptif, partisipatif, dan berpusat pada peserta didik.