Anisa Anisa
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MOTIVASI GURU MENGAJAR DI DAERAH TERPENCIL PADA ERA GLOBALISASI Nasria Nasria; Naima Naima; Anisa Anisa; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11621

Abstract

ABSTRACT Educational conditions in remote areas continue to face various challenges, particularly those related to limited facilities, technological access, and the unequal distribution of teaching personnel. Within such circumstances, teachers do not merely function as classroom instructors but also serve as key figures in sustaining educational continuity for students. This situation can be observed at SD Negeri Gindopo, Basidondo District, Tolitoli Regency, where teachers are required to carry out instructional activities under far-from-ideal conditions. The study explored how teachers’ internal motivation is formed and examined the obstacles encountered during the learning process. A descriptive qualitative approach was employed, with field observations, in-depth interviews, and documentation serving as the primary sources of data collection. The collected information was then organized through data reduction, data display, and interpretation processes. The findings revealed that teachers’ motivation was shaped by social responsibility, dedication to the teaching profession, a commitment to educational equity, and concern for students’ future. Despite challenges such as difficult transportation access, limited learning facilities, unstable internet connectivity, and constraints in utilizing educational technology, teachers continued striving to maintain the quality of instruction. Various adaptive learning strategies were implemented according to the school environment to ensure that students’ educational rights remained fulfilled. In this context, teachers’ dedication demonstrates that the sustainability of education in remote areas is strongly influenced by educators’ motivation and professional commitment. ABSTRAK Kondisi pendidikan di wilayah terpencil masih menyisakan berbagai persoalan, terutama berkaitan dengan keterbatasan fasilitas, akses teknologi, dan distribusi tenaga pendidik. Di tengah situasi tersebut, keberadaan guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga sebagai penggerak keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik. Fenomena inilah yang tergambar di SD Negeri Gindopo, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, tempat guru harus menjalankan tugas mengajar dalam kondisi yang jauh dari ideal. Penelitian ini menelaah bagaimana dorongan internal guru terbentuk serta berbagai hambatan yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai sumber utama pengumpulan data. Informasi yang diperoleh kemudian diorganisasi melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna data. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa semangat mengajar para guru dipengaruhi oleh rasa tanggung jawab sosial, nilai pengabdian, keinginan menghadirkan pemerataan pendidikan, dan kepedulian terhadap masa depan siswa. Berbagai keterbatasan, seperti sulitnya akses transportasi, minimnya sarana pembelajaran, lemahnya jaringan internet, hingga hambatan penggunaan teknologi pendidikan, tidak menghentikan upaya guru dalam mempertahankan kualitas pembelajaran. Penyesuaian strategi belajar dilakukan sesuai kondisi lingkungan sekolah agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi. Dedikasi guru dalam konteks ini menunjukkan bahwa keberlangsungan pendidikan di daerah terpencil sangat ditentukan oleh kekuatan motivasi dan komitmen profesional pendidik.
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI KESULITAN MEMBACA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (STUDI KASUS DI MI MUHAMMADIYAH NUNU) Rahmi Rahmi; Naima Naima; Anisa Anisa; Fitrirahayu Fitrirahayu; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11921

Abstract

ABSTRACT Early reading ability at the elementary school level plays a crucial role in helping students understand learning materials comprehensively. In practice, however, some students still experience difficulties in reading, which affects their participation in classroom learning activities. This situation was found among second-grade students at MI Muhammadiyah Nunu who encountered various obstacles in Indonesian language learning. The study explored the forms of reading difficulties experienced by students while also examining the strategies implemented by teachers and the challenges faced during the learning process. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation related to reading instruction activities. The findings revealed that several students still had difficulty recognizing letters, combining syllables, reading fluently, and understanding simple texts. To address these difficulties, the teacher applied several strategies, including the use of visual learning media, individual guidance, gradual and repetitive reading exercises, and continuous learning motivation. Nevertheless, the implementation of these efforts was not entirely free from obstacles. Differences in students’ reading abilities, low interest in reading, limited learning assistance at home, and lack of self-confidence remained significant challenges during the learning process. The study indicates that the development of beginning reading skills requires sustained collaboration between teachers and parents to support students’ literacy growth effectively. ABSTRAK Kemampuan membaca pada tahap awal sekolah dasar memegang peranan penting dalam membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara menyeluruh. Kenyataannya, masih ditemukan peserta didik yang belum mampu membaca dengan baik sehingga proses belajar di kelas menjadi kurang optimal. Situasi tersebut terlihat pada peserta didik kelas II di MI Muhammadiyah Nunu yang masih menghadapi berbagai hambatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menyoroti bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik sekaligus menggambarkan upaya guru dalam menanganinya beserta kendala yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran membaca. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih kesulitan mengenali huruf, merangkai suku kata, membaca dengan lancar, dan memahami bacaan sederhana. Untuk membantu peserta didik, guru menerapkan berbagai langkah seperti penggunaan media visual, pendampingan individual, latihan membaca secara bertahap dan rutin, serta pemberian motivasi belajar. Proses tersebut belum sepenuhnya berjalan tanpa hambatan karena terdapat perbedaan kemampuan membaca antarpeserta didik, rendahnya minat membaca, minimnya pendampingan belajar di rumah, dan kurangnya rasa percaya diri. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan membaca permulaan membutuhkan keterlibatan guru dan orang tua secara berkelanjutan.