Lira Ristanti
Sangga Buana University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelanggaran Etika Bisnis pada Praktik Manipulasi Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Nurhaeni Sikki; Wira Juwita; Dinda Darmawati; Novita Dwi Lokasari; Reza Nur Ramdani; Lira Ristanti; Selly Oktaviani
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i2.12242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran etika bisnis dalam kasus manipulasi laporan keuangan pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018 melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review). Kasus ini menjadi perhatian luas karena adanya pengakuan pendapatan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi, khususnya terkait kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi, yang berdampak pada distorsi informasi keuangan perusahaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik SLR, yang melibatkan proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah, laporan resmi regulator, serta publikasi akademik terkait etika bisnis, teori agensi, dan fraud laporan keuangan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola pelanggaran etika, faktor penyebab, serta implikasi yang ditimbulkan dari praktik manipulasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran etika bisnis dalam kasus ini dipengaruhi oleh tekanan kinerja (performance pressure), konflik kepentingan antara manajemen dan pemegang saham sebagaimana dijelaskan dalam teori agensi, serta lemahnya sistem pengendalian internal dan penerapan good corporate governance. Selain itu, ditemukan bahwa rasionalisasi tindakan menjadi faktor kunci dalam membenarkan praktik manipulasi laporan keuangan, sehingga perilaku tidak etis dapat terlegitimasi dalam lingkungan organisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kegagalan dalam penerapan prinsip etika bisnis, seperti kejujuran, integritas, dan transparansi, dapat berdampak signifikan terhadap kredibilitas perusahaan dan kepercayaan publik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan, regulator, dan akademisi dalam memperkuat praktik tata kelola perusahaan serta mencegah terjadinya fraud di masa mendatang. This study aims to analyze business ethics violations in the financial statement manipulation case of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk in 2018 using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The case gained widespread attention due to revenue recognition practices that deviated from accounting standards, specifically regarding the cooperation with PT Mahata Aero Teknologi, which resulted in the distortion of the company’s financial information. The research employs a qualitative method with the SLR technique, involving the identification, selection, evaluation, and synthesis of relevant literature sources, such as scientific journals, official regulatory reports, and academic publications related to business ethics, agency theory, and financial statement fraud. The analysis identifies patterns of ethical violations, contributing factors, and the implications of these manipulative practices. The findings indicate that the business ethics violations in this case were driven by performance pressure, conflicts of interest between management and shareholders as explained by agency theory, and weaknesses in internal control systems and the implementation of Good Corporate Governance (GCG). Furthermore, the study finds that rationalization served as a key factor in justifying financial manipulation, allowing unethical behavior to become legitimized within the organizational environment. This research underscores that failures in upholding ethical principles such as honesty, integrity, and transparency can significantly impact a company's credibility and public trust. These findings are expected to serve as a reference for corporations, regulators, and academics in strengthening governance practices and preventing future fraud.