Muhlisa Muhlisa
Program Studi Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Ternate, Ternate, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tren Indikator Kesehatan Reproduksi Remaja Berdasarkan Data Pelayanan Rutin di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate Tahun 2022–2024 Muhlisa Muhlisa; Fadila Abdullah; Amira Bin Seh Abubakar; Hetty Astri
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 3 (2026): Juni 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i3.2655

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, seperti kehamilan usia dini, anemia, serta kebutuhan rujukan ke layanan kesehatan. Data rutin pelayanan kesehatan dapat digunakan untuk mendukung perencanaan program berbasis bukti pada tingkat pelayanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren tahunan indikator kesehatan reproduksi remaja dan menguji perbedaan bivariat berdasarkan data pelayanan rutin di wilayah kerja Puskesmas Kota Ternate tahun 2022–2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional deskriptif dengan pendekatan data sekunder agregat. Variabel yang dianalisis meliputi kehamilan remaja, persalinan remaja, anemia, layanan kesehatan reproduksi remaja (KRR), rujukan, kelompok umur, dan jenis kelamin. Analisis dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher–Freeman–Halton yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan remaja relatif stabil pada 18–19 kasus per tahun, sedangkan persalinan remaja pada 15–16 kasus per tahun. Kasus anemia menurun dari 0,27% menjadi 0,04%, dan layanan KRR meningkat dari 1.852 menjadi 5.222 klien. Proporsi pengguna layanan perempuan tidak berbeda bermakna antar tahun (p=0,246). Rasio kehamilan remaja berbeda bermakna (p=0,001), dengan rasio terendah pada 2024, yaitu 3,4 per 1.000 klien. Proporsi anemia juga berbeda bermakna (p=0,019), sedangkan rujukan tidak berbeda bermakna (p=0,311). Temuan ini menunjukkan adanya perubahan pada indikator kesehatan reproduksi remaja seiring peningkatan cakupan layanan KRR, namun tidak dapat dimaknai sebagai hubungan kausal.