Marylin Susanti Junias
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Kualitas Air dan Keadaan Konstruksi Perlindungan Mata Air di Desa Tunoe, Nusa Tenggara Timur, Indonesia Maria Fatima Angket; Marylin Susanti Junias; Cathrin W. D Geghi; Noorce C. H Berek
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 3 (2026): Juni 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i3.2659

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia, namun kaulitas air dan konstruksi (PMA) yang kurang diperhatikan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas dan keadaan konstruksi PMA di Desa Tunoe Kabupaten TTU. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan uji laboratorium. Sampel penelitian ini adalah tiga mata air di Desa Tunoe yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik air pada umumnya memenuhi syarat, kecuali parameter suhu pada mata air Oel Feu dan parameter bau pada mata air Oel Silu. Kualitas kimia air pada seluruh mata air memenuhi syarat dengan Tingkat kesadahan berkisar antara 81,159-144,927 mg/L dan pH air berkisar antara 6,74-6,96. Hasil pemeriksaan mikrobiologi menunjukkan bahwa adanya bakteri Escherichia coli pada mata air Oel Kunion dengan jumlah koloni 1,6 × 10³ CFU/100 mL, sedangkan bakteri total coliform ditemukan pada seluruh mata air dengan jumlah koloni berkisar antara 8,7 × 10² hingga 2,8 × 10³ CFU/100 mL. Hasil penelitian keadaan konstruksi PMA menunjukkan bahwa ketiga indikator yang diukur (fasilitas PMA, konstruksi fisik PMA dan kondisi pencemar sekitar) pada ketiga mata air beresiko sedang hingga amat tinggi. Kesimpulannya kualitas air pada mata air di Desa Tunoe Kabupaten TTU tidak memenuhi syarat serta kondisi konstruksi PMA kurang memadai.