Hanum Sasmita
Jurusan Akupunktur, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi dan Pengembangan Training Pad Acupuncture Untuk Melatih Keterampilan Penusukan Jarum Akupunktur Berdasarkan Penilaian Kebutuhan Pengguna Jatmiko Rinto Wahyudi; Hanum Sasmita
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 3 (2026): Juni 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i3.2685

Abstract

Training Pad merupakan media simulasi latihan penusukan akupunktur yang terstandar dan dalam penggunaannya masih sangat terbatas, sehingga mengakibatkan berkurangnya tingkat akurasi penusukan jarum dan memicu kurangnya rasa percaya diri bagi praktisi pemula. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat bantu latihan akupunktur yang inovatif (Acupuncture Training Pad/ATP-1) untuk meningkatkan keterampilan teknis dan akurasi penusukan jarum bagi mahasiswa.Metode: Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan (R&D) Borg & Gall yang dimodifikasi, meliputi analisis kebutuhan awal, perancangan produk, pengembangan prototipe, validasi ahli, uji coba terbatas, dan analisis data. Sample pada penelitian ini sebanyak 56 subjek yang terdiri dari 40 siswa dan 16 penilai ahli berpartisipasi dalam proses penilaian kebutuhan dan validasi. Kelayakan dievaluasi melalui lembar panel ahli dan kuesioner persepsi pengguna. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 100% kebutuhan terhadap alat bantu latihan yang terstandar. Prototipe ATP-1 memiliki fitur multi-layer silikon dan busa, yang memfasilitasi berbagai sudut penusukan (90°, 45°, 15°) dan kedalaman. Prototipe ini mencapai skor kelayakan keseluruhan sebesar 93,81% dan Indeks Validitas Konten (CVI) sebesar 0,97. ATP-1 berhasil memenuhi kebutuhan edukasi akan media latihan yang spesifik, terstandar, dan terjangkau. Integrasi alat ini ke dalam kurikulum praktik klinis sangat direkomendasikan.