Moh Syaihul Islam
Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Karakter Siswa MTs Melalui Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Perilaku Bulliying Moh Syaihul Islam; Moh Ulum
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.6428

Abstract

Bullying di lingkungan Madrasah Tsanawiyah masih menjadi persoalan yang cukup serius karena berdampak pada perkembangan psikologis, sosial dan akademik siswa serta menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai karakter dalam kehidupan sekolah. Penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam perlu dilakukan melalui peranan guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik, pembimbingdan teladan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter siswa MTs melalui peranan guru PAI dalam mencegah perilaku bullying di lingkungan MTs Bustanul Faizin. Secara khusus, penelitian ini mengkaji bentuk pembinaan karakter, pembiasaan keagamaan, serta faktor pendukung dan penghambat pencegahan bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru PAI dan siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan dalam membentuk karakter siswa melalui penanaman nilai akhlak, keteladanan, pembiasaan perilaku positif, serta pendekatan spiritual. Pembiasaan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama dan kegiatan sosial dapat menumbuhkan disiplin, empati, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, konsistensi guru dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatan berasal dari rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial, serta lemahnya pengawasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sinergi madrasah, guru dan keluarga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang religius dan berkarakter.