Latar Belakang: Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan saat wanita hamil mengalami mual dan muntah berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas. Etiologi masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor seperti hormon, H.pylori, usia ibu, paritas, gestasi, dan psikologi. Menurut WHO, hiperemesis gravidarum di Indonesia mencapai 1-3% dari seluruh kehamilan di dunia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara usia ibu, paritas, dan usia gestasi dengan kejadian hiperemesis gravidarum di RSIJ Cempaka Putih periode Januari 2023 – Juni 2024. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik serta menggunakan pendekatan retrospektif, menggunakan catatan rekam medis dengan total sampling. Populasinya adalah seluruh ibu hamil seluruh ibu hamil di RSIJ Cempaka Putih pada periode Januari 2023 – Juni 2024 dengan sampel sebanyak 279 ibu hamil. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu (p value 0,042) dan usia gestasi (p value <0,001) dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum (p value 0,744). Usia ibu yang tidak berisiko memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hiperemesis gravidarum. Usia kehamilan ≤12 minggu meningkatkan risiko kemungkinan untuk mengalami hiperemesis gravidarum dibandingkan usia kehamilan yang lebih tua. Simpulan: Ditemukan adanya keterkaitan antara usia ibu dan usia kehamilan dengan kejadian hiperemesis gravidarum, sedangkan paritas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian hiperemesis gravidarum.