Syifa Nurhakiki
Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Status Gizi dan Karakteristik Klinis Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan: Studi Deskriptif-Eksploratif Pra-Intervensi Syifa Nurhakiki; Sabarinah Sabarinah; Suprohaita Rusdi Talib; Novitria Dwinanda; Syarif Rohimi; Winda Azwani; Syarifah Syarifah; Nanda Maretta Vitria; Margarana Deos Saputra
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.58-68

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Jantung Bawaan (PJB) masih menjadi penyumbang utama morbiditas pada populasi pediatrik secara global. Kelainan dengan pirau kiri ke kanan, terutama ventrikel septum defek, atrial septum defek, dan duktus arteriosus persisten, merupakan tipe yang paling sering ditemukan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan energi dan menimbulkan gangguan hemodinamik yang berkelanjutan, sehingga anak dengan PJB berisiko tinggi mengalami malnutrisi sekunder. Gangguan status gizi tersebut berperan penting dalam memperburuk luaran klinis dan menurunkan kelangsungan hidup. Tujuan: Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mendeskripsikan status gizi awal dan karakteristik klinis anak dengan PJB pirau kiri ke kanan sebelum menjalani intervensi penutupan defek di pusat rujukan nasional. Metode: Studi observasional deskriptif-eksploratif dilakukan di RSAB Harapan Kita pada 94 pasien anak terdiagnosis PJB pirau kiri ke kanan. Status gizi dinilai berdasarkan standar antropometri WHO (Z-score) menggunakan package anthroplus pada program R. Data dianalisis secara deskriptif dan eksplorasi bivariat. Hasil: Sebanyak 94 anak dilibatkan, mayoritas perempuan (55.3%) dengan median usia 35 bulan. PDA (42.6%) merupakan defek tersering, diikuti VSD (35.1%). Prevalensi malnutrisi ditemukan cukup tinggi: wasting/thinness (WHZ/BAZ) sebesar 33.0% (termasuk 14.9% severely wasted) dan stunting (HAZ) sebesar 35.1% (termasuk 13.8% severely stunted). Ukuran defek yang besar dan keberadaan hipertensi pulmonal berkaitan dengan status gizi yang lebih buruk. Sebesar 58.8% pasien yang menerima dukungan nutrisi berada pada kategori wasted/severely wasted, mencerminkan pola intervensi nutrisi yang bersifat reaktif terhadap kondisi gagal tumbuh. Simpulan: Status gizi awal anak dengan PJB pirau kiri ke kanan menunjukkan gangguan signifikan yang melampaui rata-rata nasional. Temuan ini menekankan pentingnya skrining gizi proaktif dan optimasi nutrisi agresif sebelum prosedur koreksi anatomis dilakukan.