p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEMACE
Sukmana Handinata
Institut Pendidikan Nusantara Global

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INDIVIDUASI TOKOH NURUDA DALAM NOVEL MEDULLA SINCULASIS KARYA PAOX IBEN: KAJIAN PSIKOLOGI ANALITIK CARL GUSTAV JUNG Sukmana Handinata
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 3 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i3.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses individuasi tokoh Nuruda dalam novel Medulla Sinculasis karya Paox Iben berdasarkan perspektif psikologi analitik Carl Gustav Jung. Individuasi merupakan proses perkembangan psikologis yang mengarah pada pencapaian keutuhan kepribadian melalui integrasi berbagai aspek sadar dan tidak sadar dalam diri individu. Novel Medulla Sinculasis menghadirkan perjalanan tokoh Nuruda yang pada awalnya datang ke Lombok karena ketertarikannya terhadap sebuah lukisan, kemudian mengalami transformasi psikologis setelah berhadapan dengan berbagai realitas sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Medulla Sinculasis karya Paox Iben. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara interpretatif berdasarkan konsep-konsep psikologi analitik Carl Gustav Jung yang meliputi persona, shadow, anima, dan self. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nuruda mengalami proses individuasi melalui beberapa tahapan, yaitu pembentukan persona sebagai intelektual dan pencinta seni, konfrontasi dengan shadow yang muncul akibat perjumpaannya dengan berbagai persoalan sosial, perkembangan anima yang ditandai dengan meningkatnya empati dan kepedulian terhadap masyarakat marginal, serta upaya menuju self sebagai bentuk keutuhan kepribadian. Proses individuasi tersebut menunjukkan transformasi Nuruda dari individu yang berorientasi pada pencarian makna personal menjadi individu yang memiliki kesadaran sosial dan kemanusiaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel Medulla Sinculasis tidak hanya merepresentasikan realitas sosial masyarakat Lombok, tetapi juga menggambarkan perjalanan psikologis manusia dalam menemukan identitas dan makna hidupnya.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sukmana Handinata
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.6984

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Pemanfaatan media digital menjadi salah satu inovasi yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan berbahasa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, prosiding, serta dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital, seperti video pembelajaran, podcast, buku elektronik, platform pembelajaran daring, serta teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, partisipasi aktif, dan kemandirian peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kompetensi digital guru yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, akses internet yang belum optimal, serta rendahnya literasi digital peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi digital, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta pemilihan media yang sesuai agar pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.