This Author published in this journals
All Journal MEMACE
Windy Efendy
Institut Pendidikan Nusantara Global

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KRISIS EKOLOGIS DAN KETERASINGAN MANUSIA DARI LINGKUNGANNYA DALAM CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI KARYA A.A. NAVIS: KAJIAN EKOKRITIK LAWRENCE BUELL Windy Efendy
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.6775

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi hubungan manusia dan lingkungan dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis melalui perspektif ekokritik Lawrence Buell. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sastra lingkungan sebagai upaya memahami hubungan manusia dengan ruang hidupnya yang direpresentasikan dalam karya sastra. Cerpen Robohnya Surau Kami selama ini lebih banyak dikaji dari aspek religius, moral, dan sosial, sedangkan kajian yang menyoroti dimensi ekologisnya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data penelitian berupa cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang menunjukkan hubungan manusia dengan lingkungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan data berdasarkan teori ekokritik Lawrence Buell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Robohnya Surau Kami merepresentasikan lingkungan sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia yang ditunjukkan melalui simbol surau sebagai ruang sosial masyarakat. Selain itu, ditemukan adanya keterasingan manusia dari lingkungan sosial akibat ketidakseimbangan antara kehidupan spiritual dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini juga menemukan adanya kritik terhadap sikap manusia yang mengabaikan peran dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan perspektif ekokritik Lawrence Buell, representasi lingkungan dalam cerpen mencerminkan pentingnya hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, cerpen Robohnya Surau Kami tidak hanya berfungsi sebagai media kritik sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan masyarakat.