Andreas Nugroho
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hamartia di Era Digital: Strategi Kepemimpinan Kristen dalam Menghadapi Krisis Moralitas Yulius Bhiantara; Andreas Nugroho; Kornelius Rulli Jonathans
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 11, No 1 (2026): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2026
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v11i1.395

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly affected human life, not only in social and cultural domains but also in spiritual growth and the quality of faith. On one hand, digitalization opens new spaces for communication, information, and effective ministry; on the other hand, it presents challenges through the rise of digital sin that contributes to a moral crisis within Christian communities. Observable phenomena include increasing digital consumerism, the spread of negative content, and the decline of spiritual sensitivity in the use of digital media. The excessive use of technology, the proliferation of hoaxes, and various practices that undermine moral integrity illustrate the severity of the crisis faced by the church today. This study aims to analyze the concepts of digital sin and moral crisis from a Christian theological perspective and to formulate contextual and innovative Christian leadership strategies for shaping morality, strengthening character, and nurturing contemporary faith in the digital era. This research employs a qualitative method with a literature-based approach. The findings indicate that Christian leadership rooted in the theology and spirituality of Christ is capable of fostering digital ethical awareness, strengthening spiritual character, and enhancing the quality of faith amid digital transformation. With contextual strategies grounded in Christ-centered values, Christian leadership plays a vital role in character formation, fortifying contemporary faith, and guiding believers to remain faithful to Gospel values within an increasingly digitalized environment. Consequently, this study concludes that adaptive, visionary, and Christ-centered leadership is essential for confronting the challenges of digital sin and serves as a foundational pathway for restoring moral integrity and strengthening the faith of believers in the complexities of modern digitalization. AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia, baik dalam ranah sosial, kebudayaan maupun kerohanian yaitu iman. Di satu sisi, digitalisasi membuka ruang baru bagi komunikasi, informasi, dan pelayanan yang maksimal, namun di sisi lain menghadirkan tantangan berupa munculnya dosa digital yang mendorong krisis moralitas di tengah umat Kristen. Fenomena yang terlihat, misalnya meningkatnya perilaku konsumtif digital, penyebaran konten negatif, serta menurunnya kepekaan spiritual umat dalam penggunaan media digital. Penggunaan teknologi secara berlebihan, maraknya hoaks, serta berbagai praktik yang merusak moralitas menjadi bukti nyata dari krisis yang dihadapi gereja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dosa digital dan krisis moralitas dalam perspektif teologi Kristen serta merumuskan strategi kepemimpinan Kristen yang kontekstual dan inovatif dalam membentuk moralitas, karakter umat, dan penguatan iman kontemporer di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen yang berakar pada teologi dan spiritualitas Kristus mampu menumbuhkan kesadaran etis digital, memperkuat karakter rohani, dan meningkatkan kualitas iman umat di tengah arus digitalisasi. Dengan strategi yang kontekstual dan berbasis nilai-nilai Kristus, kepemimpinan Kristen terbukti memainkan peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat iman kontemporer, serta menuntun umat untuk tetap setia pada nilai-nilai Injil di era digital. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen yang adaptif, visioner, dan berpusat pada teladan Kristus merupakan kunci dalam menghadapi tantangan dosa digital sekaligus menjadi fondasi bagi pemulihan moralitas dan penguatan iman umat di tengah dinamika digitalisasi modern.
SINERGI GERAKAN PENTAKOSTA KETIGA DAN PEMULIHAN PONDOK DAUD DALAM PENYELESAIAN AMANAT AGUNG DI ERA DIGITAL Yosia Nitiatmadja; Andreas Nugroho; Hendrik Timadius
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.203

Abstract

Bagian “puzzle” yang belum terpenuhi selama lebih dari 2000 tahun mengenai Eskatologi saat ini sudah mulai terkuak , penantian orang percaya dan gereja Tuhan akan kedatangan Tuhan untuk yang kedua kali untuk menjemput para mempelainya sudah didepan mata karena satu tanda yang terakhir sebelum kedatangan Tuhan yaitu perihal Injil diberitakan keseluruh bumi (Penyelesaian Amanat Agung) sudah akan segera terselesaikan dengan adanya Sinergi Gerakan Pentakosta Ketiga dan Pemulihan Pondok Daud Di Era Digital ini, Dengan Metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan studi literatur dan deskriptif teologis yang digunakan oleh peneliti untuk menyelidiki, mengeksplorasi data konseptual atau teoritis secara mendalam melalui berbagai sumber pustaka, seperti buku, artikel jurnal, dokumen resmi, dan laporan penelitian. Dalam tulisan ini akan semakin terlihat seberapa dekat lagi jika dari sisi waktunya yaitu sungguh amat singkat , jadi mari kita semua sebagai gereja Tuhan harus segera memastikan diri untuk terlibat dalam Penuaian Jiwa sekarang ini dan mempersiapkan diri hidup berjaga jaga menjadi seperti 5 gadis bijaksana sehingga siap menyongsong kedatangan Tuhan kali yang kedua. Amin.
Interkoneksi Teologia Doa Virtual dan Kepemimpinan Transformatif Gereja dalam Misi Digital Global Irma Ompusunggu; Andreas Nugroho; Kornelius Rulli Jonathans
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 8, No 1 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v8i1.441

Abstract

The interconnection between virtual prayer theology, transformative church leadership, and global digital mission is an important issue in the context of technological developments that continue to change the landscape of church ministry. The emergence of virtual prayer practices through various digital platforms has raised new theological questions about divine presence, spiritual participation, and the authenticity of the spiritual experience of the congregation. At the same time, the Church requires transformative leadership that is capable of adapting to digital changes, building a relevant vision, and facilitating the spiritual transformation of the congregation. The interconnection between virtual prayer theology and transformative leadership is an important basis for strengthening the global digital mission, especially in expanding cross-cultural and geographical ministry. This study aims to integrate these three dimensions into a comprehensive conceptual framework to assess their theological relationship and practical implications for church ministry. Using a qualitative approach through theological and leadership literature analysis, it can be concluded that the synergy between virtual prayer theology and transformative church leadership contributes significantly to effectiveness in global digital mission, enabling the church to develop digital ministry strategies rooted in Christian spirituality and the missio dei mandate. These findings emphasise the urgency of integrating theology, leadership, and digitalisation in the church's mission in the technological era.AbstrakInterkoneksi antara teologi doa virtual, kepemimpinan transformatif Gereja, dan misi digital global menjadi isu penting dalam konteks perkembangan teknologi yang terus mengubah lanskap pelayanan gereja. Munculnya praktik doa virtual melalui berbagai platform digital telah menghadirkan pertanyaan teologis baru mengenai kehadiran ilahi, partisipasi rohani, dan otentisitas pengalaman spiritual umat. Pada saat yang sama, Gereja memerlukan kepemimpinan transformatif yang mampu beradaptasi dengan perubahan digital, membangun visi yang relevan, serta memfasilitasi transformasi spiritual jemaat. Interkoneksi antara teologi doa virtual dan kepemimpinan transformatif menjadi dasar penting bagi penguatan misi digital global, terutama dalam memperluas pelayanan lintas budaya dan geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan ketiga dimensi tersebut ke dalam kerangka konseptual yang komprehensif guna menilai hubungan teologis dan implikasi praktisnya bagi pelayanan gereja. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur teologis dan kepemimpinan, maka dapat disimpulkan bahwa sinergi antara teologi doa virtual dan kepemimpinan transformatif gereja berkontribusi signifikan terhadap efektivitas dalam misi digital global, sehingga gereja mampu mengembangkan strategi pelayanan digital yang berakar pada spiritualitas Kristen dan mandat missio dei. Temuan ini menegaskan urgensi integrasi teologi, kepemimpinan, dan digitalisasi dalam misi gereja di era teknologi.