Maria Yestiana M.K. Leo
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perilaku Pekerja Dalam Menghadapi Panen Dan Pascapanen Kakao (Thereoroma Cacao L.) PT. Timor Mitraniaga, Di Desa Wederok, Kecamatan Weliman, Malaka Novita Khairani Lubis; Maria Yestiana M.K. Leo; Maria Imelda Humoen; Frangky Rionaldo Lay
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.9312

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan penanganan panen dan pascapanen yang tepat untuk menghasilkan biji kakao berkualitas. Perilaku pekerja menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pekerja dalam menghadapi panen dan pascapanen kakao di PT. Timor Mitraniaga, Desa Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 20 orang pekerja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pekerja dalam penanganan panen dan pascapanen kakao tergolong baik. Pada kegiatan panen, tingkat pengetahuan pekerja berada pada kategori sangat tahu dan tahu sebesar 65%, keterampilan sebesar 60%, dan sikap sebesar 70%. Sementara itu, pada kegiatan pascapanen, tingkat pengetahuan pekerja mencapai 75% dan keterampilan mencapai 85% pada kategori baik hingga sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja telah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik dalam melaksanakan kegiatan panen dan pascapanen sesuai prosedur perusahaan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas biji kakao yang dihasilkan. Dengan demikian, penguatan kapasitas pekerja secara berkelanjutan perlu dipertahankan untuk mendukung mutu produksi kakao