Ria Indah Kusuma Pitaloka
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Uji Toksisitas Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus rosues L.) Sebelum dan Sesudah Proses Bleaching Dzilla Himmatun Nisa; Akhmad Al – Bari; Ria Indah Kusuma Pitaloka
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.709

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui adanya pengaruh pada proses bleaching terhadap kandungan senyawa aktif dan tingkat toksisitas ekstrak tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) sebelum dan sesudah perlakuan bleaching serta mengkaji pengaruh variasi lama waktu bleaching terhadap nilai LC₅₀ menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan arang aktif teraktivasi dengan variasi waktu 30 menit, 1 jam, dan 2 jam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak sebelum bleaching mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, sedangkan setelah bleaching terjadi penurunan kandungan senyawa, terutama flavonoid yang tidak lagi terdeteksi. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak tanpa perlakuan bleaching sebesar 387,154 ppm. Pada perlakuan bleaching selama 30 menit, nilai LC₅₀ meningkat menjadi 428,421 ppm, sedangkan pada bleaching selama 1 jam dan 2 jam masing-masing sebesar 508,580 ppm dan 581,779 ppm. Peningkatan nilai LC₅₀ menunjukkan adanya penurunan toksisitas seiring dengan bertambahnya lama waktu bleaching. Hal tersebut mengindikasikan bahwa lama proses bleaching dapat berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif serta menurunkan toksisitas pada ekstrak daun tapak dara. Dari hasil yang didapatkan nilai LC50 sebelum maupun sesudah bleaching berada di bawah 1000 ppm, sehinga ekstrak tersebut masih tergolong dalam kategori toksik berdasarkan metode BSLT.