Insufficient milk supply masih menjadi salah satu hambatan utama dalam keberhasilan menyusui, terutama pada ibu dengan bayi prematur. Domperidon, sebagai antagonis reseptor dopamin Dā, banyak digunakan sebagai galaktagog farmakologis untuk meningkatkan produksi ASI. Namun, efektivitas, dosis optimal, dan profil keamanannya masih menjadi perhatian dalam praktik klinis. Tinjauan literatur naratif ini menganalisis artikel relevan yang diterbitkan dalam 5ā10 tahun terakhir melalui basis data PubMed, Google Scholar, dan Cochrane Library. Kajian difokuskan pada studi yang membahas efektivitas, variasi dosis, dan keamanan penggunaan domperidon pada ibu menyusui dengan insufficient milk supply. Literatur yang ditinjau menunjukkan bahwa domperidon dapat meningkatkan volume ASI, terutama pada ibu dengan bayi prematur. Dosis yang paling sering digunakan adalah 10 mg tiga kali sehari atau 30 mg/hari, meskipun respons antarindividu bervariasi dan peningkatan dosis tidak selalu menghasilkan peningkatan produksi ASI yang proporsional. Penggunaan jangka pendek umumnya dapat ditoleransi dengan baik, dengan efek samping ringan seperti sakit kepala, mulut kering, peningkatan berat badan, dan palpitasi yang dilaporkan pada beberapa studi. Kejadian efek samping serius jangka pendek relatif jarang, tetapi risiko kardiovaskular dan keamanan jangka panjang tetap perlu diperhatikan. Domperidon dapat dipertimbangkan sebagai pilihan farmakologis yang efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu dengan insufficient milk supply, terutama apabila intervensi nonfarmakologis belum memberikan hasil optimal. Penggunaannya perlu dilakukan secara selektif, di bawah pengawasan klinis, serta didukung penelitian lanjutan untuk menetapkan strategi dosis yang lebih aman dan pedoman klinis yang lebih jelas.