Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aset, Pertumbuhan Aset, Ukuran Perusahaan, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Struktur Modal Ferry Adang; Amin Wijoyo; Sri Sundari; Kartini
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8346

Abstract

Struktur modal merupakan keputusan keuangan yang krusial karena menentukan komposisi utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan dalam membiayai operasional perusahaan. Keputusan ini memengaruhi risiko, tingkat pengembalian, serta nilai perusahaan. Faktor internal seperti profitabilitas, struktur aset, pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan diyakini berperan penting dalam menentukan kebijakan pendanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kelima faktor tersebut terhadap struktur modal perusahaan sektor kesehatan di Indonesia periode 2022–2024. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling sebanyak 99 perusahaan yang memenuhi kriteria. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda berbasis data panel menggunakan fixed effect model yang diolah melalui EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Secara parsial, profitabilitas dan ukuran perusahaan terbukti berpengaruh signifikan, sedangkan struktur aset, pertumbuhan aset, dan pertumbuhan penjualan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Nilai Adjusted R² sebesar 58,23% menandakan bahwa model cukup baik dalam menjelaskan variasi struktur modal. Temuan ini memberikan bukti empiris terbaru mengenai faktor-faktor yang memengaruhi struktur modal perusahaan kesehatan di Indonesia. Implikasi praktisnya, manajemen perusahaan dapat lebih memperhatikan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pendanaan yang optimal, sementara faktor lain perlu dikaji lebih lanjut dalam konteks kondisi industri dan lingkungan bisnis yang dinamis