Kabupaten Ponorogo memiliki kawasan kritis bagi fauna endemik langka yang terancam punah, seperti elang jawa (alap-alap) dan merak hijau di Cagar Alam Gunung Sigogor dan Gunung Picis. Pelestarian melalui pembelajaran merupakan salah satu alternatif dalam mengedukasi masyarakat terutama generasi muda akan pentingnya menjaga fauna tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) atau analisis dokumen melalui metode analisis isi (content analysis). Sumber data primer meliputi dokumen Kurikulum Merdeka (Capaian Pembelajaran IPS) dan buku teks utama IPS SMP. Sumber data sekunder diperoleh dari laporan resmi Balai Besar KSDA Jawa Timur (2026) mengenai populasi fauna Ponorogo serta artikel jurnal ilmiah bereputasi terkait. Teknik analisis data menggunakan model alur kualitatif yang meliputi kodifikasi data ancaman ekosistem, sinkronisasi materi ke dalam subtema IPS, dan penarikan kesimpulan berupa model materi suplementer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis integratif terhadap data sekunder konservasi fauna endemik di Ponorogo guna menghasilkan rekomendasi dalam melestarikan fauna yang dilakukan oleh berbagai pihak yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman terhadap kelestarian elang jawa dan merak hijau di Ponorogo dipengaruhi oleh tiga dimensi kompleks yang dibedah melalui tiga lensa analisis: (1) Lensa Ekologi Politik (2) Lensa Pilihan. Rasional (3) Lensa Konstruksi Budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi data konservasi riil ke dalam Kurikulum Merdeka sangat mendesak dilakukan guna mengatasi kesenjangan literasi lingkungan siswa. Rekomendasi model materi suplementer yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi panduan aplikatif bagi pendidik IPS dalam mengonstruksi materi pembelajaran yang kontekstual, adaptif terhadap budaya lokal, serta mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan generasi muda sejak dini.