Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Keripik Singkong dan Pisang Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM (Studi Kasus: Desa Bantengputih Kabupaten Lamongan) Titus Kristanto; Annisa Ramadhan; Erly Ekayanti Rosyida; Hirosi Diva Gunawan; Shelina Rendra Nanbelia; Chintya Tribhuana Utami; Muhammad Dwi Hariyanto; Bambang Agus Sumantri
Darma Abdi Karya Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v5i1.3029

Abstract

Desa Bantengputih di Kabupaten Lamongan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM Keripik SIngkong dan Pisang didirikan oleh Desa Bantengputih dengan menggunakan singkong dan pisang milik warga. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik singkong dan pisang melalui pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi tepat guna (TTG). Mitra menghadapi masalah klasik seperti pengirisan manual yang tidak seragam, tingkat minyak yang tinggi, kemasan yang sederhana, dan keterbatasan dalam pemasaran digital. Solusi yang ditawarkan mencakup penerapan mesin pengiris, alat peniris minyak (spinner), dan sealer kemasan. Metode pelaksanaan terdiri dari enam tahap: persiapan dan koordinasi, pengenalan kebutuhan, perencanaan dan pengadaan TTG, pelatihan dan pendampingan, pengawasan dan evaluasi, keberlanjutan dan diseminasi. Sepuluh UMKM binaan secara aktif berpartisipasi dalam proses tersebut. Hasil kegiatan meningkat secara signifikan. Waktu pengirisan per 10 kg turun 73% (dari 45 menjadi 12 menit) dan kapasitas produksi menggunakan mesin pengiris meningkat 276% (dari 13,3 menjadi 50 kg/jam). Penggunaan spinner selama dua menit menghasilkan penurunan kadar minyak sebesar 32,9% (dari 32,5% menjadi 21,8%), yang membuat daya simpan menjadi tiga bulan lebih lama. Omzet UMKM rata-rata meningkat 150% dalam tiga bulan setelah pendampingan, dengan penjualan online menyumbang 33% dari total omzet. Kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa penggabungan teknologi tepat guna, pelatihan partisipatif, dan digitalisasi pemasaran dapat memungkinkan UMKM untuk terus beroperasi.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN KOPERASI MERAH PUTIH BERBASIS WEBSITE DI DESA BANTENGPUTIH KABUPATEN LAMONGAN Titus Kristanto; Krisnayanti Aditasari; Ari Hadhiwibowo; Bambang Agus Sumantri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36816

Abstract

ABSTRAK                                                                            Koperasi, terutama di daerah pedesaan, adalah salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, karena kurangnya digitalisasi dan literasi teknologi, banyak koperasi masih menghadapi masalah dalam tata kelola organisasi. Salah satu contohnya adalah Koperasi Merah Putih di Desa Bantengputih, Kabupaten Lamongan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajemen koperasi melalui pelatihan dan pendampingan implementasi sistem manajemen berbasis web yang sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), Sustainable Development Goals (SDGs), dan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita. Kegiatan dilaksanakan dalam lima langkah yaitu analisis kebutuhan, persiapan, pelatihan dan transfer teknologi, pengembangan dan implementasi sistem informasi berbasis web, dan pendampingan dan pengawasan evaluasi. Selain itu, program pengabdian masyarakat membantu mencapai SDGs (tujuan 9, dan 16) dan memperkuat tata kelola koperasi yang berbasis akuntabilitas dan transparansi, seperti yang digariskan dalam Asta Cita pemerintah. Secara keseluruhan, upaya ini berhasil mendorong transformasi digital koperasi menuju sistem tata kelola yang kontemporer, inklusif, dan berkelanjutan. Disarankan untuk mempertahankan program melalui pelatihan lanjutan, pembentukan kelompok pengelola sistem digital, dan kolaborasi dengan ekosistem digital desa. Kata kunci: Koperasi Merah Putih; Desa Bantengputih; Asta Cita; Sustainable Development Goals; Good Corporate Governance ABSTRACTCooperatives, especially in rural areas, are a crucial driver of the people's economy and crucial for improving community welfare. However, due to a lack of digitalization and technological literacy, many cooperatives still face challenges in organizational governance. One example is the Merah Putih Cooperative in Bantengputih Village, Lamongan Regency. The purpose of this community service program was to improve cooperative management capacity through training and mentoring in implementing a web-based management system that aligns with the principles of Responsible Corporate Governance (GCG), Sustainable Development Goals (SDGs), and the direction of national development through Asta Cita. The program was implemented in five steps: needs analysis, preparation, training and technology transfer, development and implementation of a web-based information system, and mentoring and monitoring evaluation. Furthermore, the community service program helped achieve the SDGs (Goals 9 and 16) and strengthened cooperative governance based on accountability and transparency, as outlined in the government's Asta Cita. Overall, this effort successfully drove the digital transformation of cooperatives toward a contemporary, inclusive, and sustainable governance system. We recommend maintaining the program through ongoing training, forming digital system management groups, and collaborating with the village's digital ecosystem. Keywords: Red and White Cooperative; Bantengputih Village; Asta Cita; Sustainable Development Goals; Good Corporate Governance.