Adi Suriyadin
Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka Annesya Virgiawani; Adi Suriyadin; Muhammad Haikal Abdurachman
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/a2tws119

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) adalah jenis lobster dengan nilai ekonomi penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kedalaman lokasi penangkapan puerulus lobster pasir (P. homarus) terhadap kualitas benih di perairan Labangka, Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor, yaitu lokasi penangkapan dan kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lokasi penangkapan tidak memiliki pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup dan perubahan bobot biomassa lobster. Namun, faktor kedalaman dan waktu pengamatan memiliki pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap TKH dan perubahan bobot biomassa lobster. TKH tertinggi terdapat pada pantai Semara (tengah) dengan kelangsungan hidup mencapai 60-100%. Biomassa terendah terdapat pada pantai Semara (pinggir) dengan nilai 0.198±0,001 gram. Benih lobster yang berkualitas baik berada pada pantai Semara dengan TKH 60-100% dan biomassa 0,001 gram, serta berada pada kedalaman 28-30 meter (tengah) dengan TKH berkisar 31,1%- 95,5%. Spiny lobster (Panulirus homarus) is a species of lobster with significant economic value in Indonesia. This study aims to evaluate the effect of capture depth on the quality of P. homarus puerulus seeds in the waters of Labangka, West Nusa Tenggara. The research employed a Factorial Randomized Block Design (FRBD) with two factors: capture location and depth. The results showed that the capture location factor had no significant effect (P>0.05) on the survival rate and biomass weight changes of the lobsters. However, depth and observation time had significant effects (P<0.05) on survival rate (SR) and biomass weight changes. The highest survival rate was found at Semara beach (middle zone), reaching 60–100%. The lowest biomass was recorded at Semara beach (shore zone), with a value of 0.198±0.001 grams. High-quality lobster seeds were found at Semara beach, with a survival rate of 60–100% and biomass of 0.001 grams, at a depth of 28–30 meters (middle zone), where survival ranged between 31.1%-95.5%.
ANALISIS KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaus vannamei) SISTEM INTENSIF DI PT. KEBAYORAN PRIMA BAHARI DESA EMPAN KABUPATEN SUMBAWA Dini Komala Arkayanti; Adi Suriyadin; Umi Winarsih
Jurnal Perikanan Terapan Vol 2 No 2: Agustus 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen kualitas air merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Pada sistem budidaya intensif, kualitas air rentan mengalami penurunan akibat fluktuasi suhu, perubahan salinitas, akumulasi bahan organik, serta peningkatan senyawa nitrogen anorganik yang berpotensi menurunkan oksigen terlarut. Kondisi tersebut dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan kelangsungan hidup udang apabila tidak dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kualitas air, mengidentifikasi potensi permasalahan lingkungan tambak, serta mengevaluasi penerapan manajemen kualitas air pada budidaya udang vaname di PT. Kebayoran Prima Bahari. Penelitian dilaksanakan di Desa Empan, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Juli-Agustus 2024. Metode penelitian meliputi pengamatan langsung dan pengukuran parameter kualitas air pada sistem budidaya intensif. Parameter fisika berupa suhu dan oksigen terlarut diukur tiga kali sehari, sedangkan parameter kimia meliputi pH, salinitas, nitrat, nitrit, alkalinitas, amonium, fosfat, dan kalsium dianalisis dua kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar 27–31°C, kecerahan 25–60 cm, pH 7,5–8,5, oksigen terlarut >4 ppm, serta salinitas 20–34 ppt, yang seluruhnya berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan udang vaname. Konsentrasi nitrat tercatat di bawah ambang batas toleransi (<60 ppm), mengindikasikan kondisi perairan yang stabil dan mendukung proses budidaya. Dengan demikian, penerapan manajemen kualitas air di PT. Kebayoran Prima Bahari telah memenuhi standar budidaya berkelanjutan dan berperan dalam menjaga stabilitas lingkungan tambak.