Pengolahan kelapa sawit merupakan sektor agroindustri yang memerlukan efisiensi proses yang tinggi untuk memaksimalkan perolehan minyak dan meminimalkan kehilangan minyak (oil loss). Penelitian ini bertujuan menganalisis kehilangan minyak pada stasiun pengepresan di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Selatan, Indonesia menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) yang didukung oleh 5 Why Analysis. Data dikumpulkan selama periode November 2024–Februari 2025 melalui observasi lapangan, wawancara, dan data operasional perusahaan. Standar internal perusahaan untuk kehilangan minyak pada stasiun pengepresan adalah 4,0%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehilangan minyak mengalami peningkatan dari 3,78% pada November 2024 menjadi 4,07% pada Februari 2025 sehingga melampaui standar perusahaan, dengan nilai tertinggi sebesar 4,12% pada Press 1. Kelebihan kehilangan minyak sebesar 0,07% tersebut menyebabkan potensi kerugian finansial sebesar Rp75.600.000 dalam satu bulan. Hasil FTA menunjukkan bahwa kehilangan minyak dipengaruhi oleh empat kelompok faktor utama, yaitu sumber daya manusia (kurangnya kontrol proses dan ketidakpatuhan terhadap SOP), mesin (keausan komponen screw press dan perawatan yang belum optimal), material (sterilisasi yang kurang sempurna dan tingkat kematangan TBS yang tidak seragam), serta metode (pengendalian tekanan uap dan cone gap yang belum optimal). Berdasarkan akar penyebab yang teridentifikasi, disusun rekomendasi perbaikan yang meliputi peningkatan kompetensi operator, penerapan preventive maintenance, penguatan pengendalian kualitasbahan baku dan proses sterilisasi, serta pemantauan parameter operasi secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTA yang didukung 5 Why Analysis dapat digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kehilangan minyak secara sistematis dan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan pada stasiun pengepresan.