Ayu Putri Salsabila
Keperawatan, UMKT

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literature Review : Menganalisis Hubungan Caregiver Burden, Resiliensi, Self Efficacy dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Siswa SLB di Samarinda Ayu Putri Salsabila; Daysila Sri Mayuni; Muhammad Kemal Arrifqi; Milkhatun Milkhatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40016

Abstract

Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sering menghadapi berbagai tuntutan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka, terutama tingkat kecemasan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara caregiver burden, resiliensi, dan self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada orang tua siswa SLB. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data akademik nasional dan internasional dengan kata kunci yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa caregiver burden memiliki hubungan positif dengan tingkat kecemasan, di mana semakin tinggi beban pengasuhan yang dirasakan orang tua, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami. Sebaliknya, resiliensi dan self-efficacy menunjukkan hubungan negatif dengan tingkat kecemasan. Orang tua yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap stres serta keyakinan yang tinggi terhadap kemampuan dirinya dalam mengasuh anak cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah. Selain itu, resiliensi dan self-efficacy berperan sebagai faktor protektif yang membantu orang tua menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa upaya untuk menurunkan kecemasan pada orang tua siswa SLB perlu difokuskan pada pengurangan beban pengasuhan serta peningkatan resiliensi dan self-efficacy melalui dukungan sosial, edukasi, dan intervensi psikologis yang tepat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus.