Virza Ratna Diani
Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Work Family Conflict dengan Burnout Pada Ibu Pekerja di Jabodetabek Virza Ratna Diani; Sandra Adetya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work family conflict dengan burnout pada ibu pekerja di Jabodetabek. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja sekaligus menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga, sehingga berpotensi mengalami konflik antara tuntutan pekerjaan dan keluarga. Kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berkepanjangan dan meningkatkan risiko terjadinya burnout. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 96 ibu pekerja di wilayah Jabodetabek dan diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Work Family Conflict dan Copenhagen Burnout Inventory (CBI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho setelah melalui uji asumsi berupa uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara work family conflict dengan burnout pada ibu pekerja (r = 0,731; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat work family conflict yang dialami ibu pekerja, maka semakin tinggi pula tingkat burnout yang dirasakan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat work family conflict, maka semakin rendah pula tingkat burnout yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar ibu pekerja mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan keluarga melalui pengelolaan waktu yang baik, strategi coping yang adaptif, serta pemanfaatan dukungan sosial. Selain itu, organisasi diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis ibu pekerja guna meminimalkan work family conflict dan risiko burnout.